SK Rektor UIN Nomor 751 Belum Ada Tindak Lanjut, Mahasiswa Beri Tanggapan

Facebook
Twitter
WhatsApp
SK Rektor UIN nomor 751 tentang peninjauan penetapan UKT, Kamis (18/02/2021)

Washilah – Tersisa satu hari lagi penutupan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) namun Surat Keputusan (SK) Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Nomor 751 tentang Peninjauan Penetapan UKT belum terealisasikan, Kamis (18/02/2021).

Perlu diketahui dalam SK Rektor tersebut disebutkan pada BAB VI Peninjauan UKT pasal 9 point d, bahwa Penetapan peninjauan Uang Kuliah Tunggal yang dituangkan dalam Surat Keputusan Rektor dilakukan Paling Lambat 14 hari kerja sebelum tanggal pembayaran Uang Kuliah Tunggal dimulai. Namun, hingga sekarang belum ada informasi lanjut dari Rektorat.

Keluarnya SK Rektor UIN Alauddin Makassar tentang peninjauan penetapan UKT sudah menjadi angin segar bagi mahasiswa khususnya yang memenuhi syarat, karena berharap akan adanya peninjauan kembali UKT, namun ternyata hingga sekarang belum ada informasi terkait itu.

Salah satu mahasiswa Jurusan keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Mardaniar, yang juga mengurus mengenai peninjauan penetapan UKT ini mengungkapkan, mungkin terjadi kendala hingga SK nya belum keluar.

“Kalau tanggapan saya tentang keterlambatan keluarnya SK ya berusaha saja berfikir positif, mungkin ada beberapa masalah sehingga lambat keluar SK nya,” ungkap mahasiswa keperawatan ini.

Lanjutnya, ia ungkapkan juga keluhan perekonomian yang menurun di tengah pandemi sehingha besar harapannya ditetapkan perubahan UKT.

“Dan kalau keluhannya sih, apalagi kan ini masih pandemi, dan kita tau bagaimana perekonomian sekarang di tengah-tengah pandemi. Jadi itu berharap sekali semoga keluar SK rektor untuk penurunan UKT, agar kami tidak menunggu sia-sia,” keluhnya.

Selain itu Ketua Dewan eksekutif mahasiswa (Dema) Muslimin M, juga menaggapi keterlambatan SK Rektor tersebut. Ia membenarkan bahwa belum ada kejelasan informasi mengenai SK Rektor tentang peninjauan penetapan UKT.

“Iya sampai sekarang belum ada, padahal jelas-jelas Keputusan Rektor sudah ada tentang peninjauan UKT, kalau seperti itu sama saja Pak Rektor mengkhianati Keputusan yang dibuat sendiri,” ungkap Muslimin.

Lanjut, Muslimin menyatakan bahwa memang ada penurunan UKT terdampak bencana Sulawesi Barat (SulBar) dan penurunan UKT 20%. Namun, masih banyak yang tidak sanggup untuk membayar UKT.

“Penurunan UKT ada, namun hanya sebatas yang terdampak gempa SulBar dan pengurangan 20%. Namun, itu bukan realisasi Keputusan Rektor Nomor 751 tahun 2020 tersebut tentang peninjauan penetapan UKT (re kategorisasi UKT). Nah, itu yang sangat di harapkan oleb para mahasiswa saat ini. Karena masih banyak teman-teman yang masih belum sanggup untuk membayar meskipun sudah kurang 20%,” Tuturnya.

Penulis : Sugiya Selpi R (Magang) 

Editor : Agil Asrifalgi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami