Polemik UKT di Tengah Pandemi, HMJ SKI Adakan Bazar Dialog

Facebook
Twitter
WhatsApp

Washilah – Banyaknya Polemik Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT)/Biaya kuliah Tunggal (BKT) di tengah pandemi Covid-19, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) UIN Alauddin Makassar menggelar bazar dialog dengan mengangkat tema “Antara UKT dan Pandemi, Mahasiswa Kemana?” di Warung kopi Mau.co. Rabu (17/02/2021).

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 19:00 WITA ini menghadirkan tiga orang pemantik yaitu Wawan Harun, ketua Dewan eksekutif mahasiswa (Dema) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) periode 2020-2021, Askar Nur Presiden mahasiswa (Presma) UIN 2018 dan Junaedi Sekertaris umum (Sekum) Senat mahasiswa Universitas (Sema-U) 2021-2022.

Ikhsan selaku ketua HMJ SKI menjelaskan tujuan diangkatnya tema dalam dialog ini itu untuk mempertanyakan soal UKT dan Pandemi serta keberadaan mahasiswa yang entah kemana.

“Maksud dari tema dialog yaitu melihat bagaimana sekarang UKT dan pandemi yang sekarang menjadi masalah utama di kampus dan keberadaan mahasiswa itu entah kemana sehingga gerakan-gerakan yang dulunya sering muncul dalam kampus seperti aksi kini tidak ada lagi makanya ini dipertanyakan keberadaan mahasiswa di tengah pandemi dan ukt yang menjadi-jadi dan mempersulit mahasiswa” tuturnya.

Askar Nur merupakan pemantik dialog saat diwawancarai menegaskan seberapa pentingnya melakukam advokasi berbasis riset ini dalam isu persoalan UKT/BKT dan bagaimana fungsi peran daripada kelembagaan mahasiswa.

“Point paling penting disini yaitu adalah bagaimana mahasiswa dapat melakukan riset mengenai persoalan UKT/BKT dan Pada saat seperti ini Mahasiswa itu harus Terstruktur, sistematis, dan Massif. yang hari ini kita memang cukup terstruktur dan cukup tersistematis tapi kita tidak massif, misalnya ya kita menggodok sebuah kebijakan yang ingin kita tuntaskan tapi besok atau lusa apakah ada jaminan kita akan kembali menggagas itu, contoh coba lihat fenomenya UKT baru muncul kembali di permukaan setelah apa ya ketika ada masa pembayaran itu kan adalah kemunduran kemunduran gagasan intelektual di kampus dan pada masa itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut demisioner Presma UIN tersebut menuturkan Fungsi dari kelembagaan menjadi pemantik di setiap kebijakan yang muncul.

“nah makanya fungsi daripada kelembagaan mahasiswa itu adalah bagaimana memantik setiap kebijakan yang hadir misalnya dan menghadapi segalanya dengan kritik, kritis dan dia itu harus terstruktur dalam melihat sebuah fenomena,” lanjutnya.

Penulis : Nurlia (Magang) 

Editor : Agil Asrifalgi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami