HMJ Ilmu Politik Gelar Upgrading Pengurus Tatap Muka

Facebook
Twitter
WhatsApp
Sambutan Wakil Dekan III, Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP) Dr Abdullah dalam kegiatan upgrading pengurus HMJ Ilmu Politik, berlangsung di Leacture Theatre (LT) Fakultas FUFP, Kamis (11/2/2021).

Washilah – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar menggelar upgrading, berlangsung di Leacture Theatre (LT) Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP), Kamis (11/2/2021).

Kegiatan tersebut mengusung tema meningkatkan profesionalisme kerja dengan pribadi yang unggul dan berkarakter. Ketua Panitia, Muharudin memaparkan bahwa arti dari tema tersebut agar kedepannya kepengurusan periode ini dapat memberikan usaha terbaiknya.

“Kata profesionalisme ini merupakan kata yang merujuk pada bagaimana teman-teman pengurus HMJ akan loyal dan total selama dalam kepengurusan periode 2021-2022, dan mampu bersinergi dengan teman-teman yang ada di bidang masing- masing untuk bagaimana sama-sama menyukseskan program kerja yang akan di bahas di upgrading dan rapat kerja ini,” paparnya.

Lanjutnya, Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik itu menjelaskan bahwa kegiatan kali ini tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Dalam pelaksanaan upgrading kali ini tentunya banyak persiapan yang sudah teman – teman panitia lakukan, salah satunya adalah mengarahkan peserta untuk duduk berjarak dan menegur bila tidak menggunakan masker,” ujarnya.

Ketua HMJ Ilmu Politik, Rifaldi berharap dengan diadakannya upgrading, dapatĀ  menjadikan kepengurusan yang berkualitas untuk kedepannya.

“HMJ Ilmu Politik kedepannya, saya ingin mengangkat nilai – nilai, dimana semua nilai di HMJ bisa bangkit, hadir dan berguna, bukan semata mata hanya dalam proses pengkaderisasi saja tetapi bagaimana cara kita menghidupkan nilai – nilai ini, dapat bermanfaat dalam konteks kebudayaan dan bukan hanya untuk periode ini saja tetapi untuk periode – periode selanjutnya,” terangnya.

Lanjut, mahasiswa yang biasa disapa Pandu itu memberikan penjelasan mengenai pemimpin.

“Menjadi seorang pemimpin bukan hanya sekedar jabatan, yang harus kita ingat bahwa ada orang dan ada masyarakat yang akan kita hidupkan sebab kita lahir dari masyarakat dan hidup untuk masyarakat,” ungkapnya.

Penulis: Tritia Kurniati (Magang)
Editor: Rahmania

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami