Adakan Dialog, Sekjur SAA : Intelektual Adalah Kebebasan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Pemberian Plakat Oleh HMJ SAA, Minggu (21/02/2021).

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik (FUFP) UIN Alauddin Makassar menggelar bazar dan dialog bertemakan “Membaca Peran Mahasiswa Studi Agama-Agama Dalam Gerakan Intelektual Mahasiswa”, bertempat di Warkop Mau.co Jalan Tun Abdul Razak, Gowa, Minggu (21/02/2021).

Kegiatan ini menghadirkan tiga orang pemantik yaitu Sekretaris Jurusan (Sekjur) SAA UIN Alauddin Makassar Syamsul Arif Galib, dosen SAA UIN Alauddin Makassar Guruh Ryan Aulia, dan Mahasiswa Jurusab SAA Kurnia.

Tujuan dari kegiatan dialog ini bukan hanya membangun relasi antar HMJ tetapi juga untuk memperkenalkan bahwa SAA mempunyai peran penting dalam membangun gerakan intelektual di dalam masyarakat.

Sekretaris Jurusan SAA Syamsul Arif Galib mengatakan bahwa salah satu ciri intelektual adalah sebuah kebebasan.

“Seorang intelektual ialah mereka yang mempunyai kebebasan dalam memberi sebuah solusi atas masalah yang kemudian dihadapi oleh masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa mahasiswa SAA adalah orang-orang yang melihat perbedaan sebagai hal yang biasa dan juga berani membicarakan bahwa disekitar ada agama-agama lain.

“Anak SAA menurut saya adalah orang-orang yang seharusnya berani membicarakan bahwa di sekitar kita ada agama-agama lain yang selama ini terbungkam, sehingga cara memahami hal ini sangat sempit, maka dari itu pengagum-pengagum agama diberi ruang untuk berbicara. Anak SAA juga harus hadir di dalam masyarakat dan membawa agama sebagai jalan baru dalam memberi ruang kepada publik seperti masjid, untuk membicarakan tentang bagaimana agama sebagai jalan damai,” ungkapnya.

Ketua HMJ SAA 2021, Abdi Prayudha Nurba juga berharap dengan diadakannya kegiatan ini orang-orang bisa sadar bahwa SAA bukan sekedar jurusan yang melakukan perbandingan agama.

“Mudah-mudahan dengan dilakukannya kegiatan ini, orang-orang bisa sadar bahwasanya SAA bukan hanya sekedar jurusan yang melakukan perbandingan agama-agama tetapi juga terdapat toleransi besar serta gerakan intelektual yang dibangun di dalam studi ini,” ujarnya.

Penulis : Muhammad Arafah (Magang)
Editor : Ulfa Rizkia Apriliyani

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami