Washilah – Program Studi Ilmu Politik (Ipol) Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP) UIN Alauddin Makassar menggelar Webinar Nasional bertajuk Habib dalam Pusaran Politik Indonesia berlangsung melalui aplikasi via zoom, Kamis (04/12/2020).
Kegiatan itu menghadirkan Politisi PDIP Prof Dr Hamka Haq, Dekan Fisip Universitas Wahid Hasyim, Kepala Litbang Agama Kota Makassar Dr Syaprillah Syahrir M Si.
Ketua Jurusan Ilmu Politik Syahrir Karim Ph D mengatakan fenomena Habib dalam konteks politik nasional akhir akhir ini menjadi sorotan media, Habib Rizieq dan peran Habib secara umum pergerakannya dalam politik nasional.
“Fenomena Habib menarik dari aspek politik dan agama untuk dikaji,” ungkapnya.
Menurutnya, secara politik, Habib mulai muncul kembali ketika kontestasi Pilpres yang kemudian berlanjut dalam aksi-aksi politik dan gerakan sosial yg dimotori oleh Habib Rizieq Shihab (HRS), Bahar abin Smith serta beberapa Habib lainnya.
“Habib ini kemudian telah jauh masuk dalam gerakan politik. Meski tidak semua Habib ikut gerakan HRS, tapi ini jelas memperlihatkan sebuah fenomena politik dan keagamaan yang menarik untuk didiskusikan,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, fenomena Habib ini kemudian menarik karena ada situasi yang kontras.
“Di satu sisi Habib identik sebagai tokoh kharismatik, religius dan pengayom umat, disisi lain Habib ini memperlihatkan kesan yang politis, melawan pemerintah, di anggap mengancam pemerintah, provokatif, dan jauh dari kata etika baik dalam berucap maupun perilaku,” tutupnya.
Penulis: Andi Fahrul Azis (Magang)
Editor: Rahma Indah











