Mahasiswi KPI Menangkan Lomba Urban Sketch Archifest 2020

Facebook
Twitter
WhatsApp

Washilah – Mahasiswi prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Alauddin Makassar Rahmawati mendapatkan nilai tertinggi dalam lomba Urban sketch ” Urban Heritage ” Archifest 2020. Yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Arsitektur, pada tanggal 14 November hingga 3 Desember 2020, Sabtu (5/12/2020).

Mahasiswi semester sembilan ini meraih juara pertama dan mendapatkan nilai tertinggi dengan pencapaian 90,7, yang diumumkan pada hari Kamis (3/12/2020) melalui grup Whatsapp pada malam puncak Archifest 2020.

Mahasiswi yang akrab disapa Ama memaparkan motivasinya dalam mengikuti kegiatan ini adalah untuk mengisi waktu kosongnya dengan aktivitas yang dia sukai.

“Dukungan dari teman-teman dan untuk memanfaatkan waktu luang di masa pandemi dengan melakukan hal yang disukai. kebetulan sangat suka menggambar,” paparnya.

Lanjutnya kendala yang dialami dalam mengikuti kegiatan tersebut adalah dalam pengumpulan karya nya, akan tetapi hal tersebut bukan hal yang sulit karena semua dilakukan di rumah.

“Masalah kendalanya kayaknya tidak ada yang sulit sekali karna memang dari proses pendaftaran, pengerjaan dan pengumpulan karaya semuanya dilakukan di rumah saja. karna memang prosesnya online semua.” tuturnya.

Adapun tanggapan dari Ketua Umum budaya ESA Imam Mazkrib memberikan support dan apresiasi kepada saudari Rahmawati.

“Terkait peserta lomba archifest yang dalam hal ini diwakili oleh Rahmawati merupakan anggota UKM Seni Budaya eSA Eksibanat 20 Cab. Seni Rupa. Tentu sebagai pengurus, kami sangat support dan memberi apresiasi yang besar kepada anggota yang secara daya saing mampum menunjukan potensinya di bidang seni budaya dalam hal ini seni rupa,” tuturnya.

Lanjutnya, mahasiswa Hukum Keluarga Islam ini menjelaskan bahwa karya tersebut merupakan misi UKM Seni Budaya eSA dalam melahirkan seniman- seniman kampus.

“Semangat dalam menciptakan karya tentunya adalah bagian dari misi UKM Seni Budaya eSA dalam melahirkan seniman-seniman kampus. Sebab generasi eSA dikader jadi seniman, bukan penghibur dikader untuk melestarikan kebudayaan bukan pengkonsumsi budaya asing yang mampu menggerus budayanya sendiri. Sebagai anak eSA kami tentunya bangga karena berkarya tak mengenal tempat dan waktu, berkarya itu kapan dan dimana saja,” ucapnya

Penulis: Tritia Kurniati (Magang)

Editor: Rahma Indah

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami