Washilah- Pada hari terakhir Sekolah Jurnalisme Advokasi UKM LIMA menghadirkan Kontributor Mangabay Indonesia, Agus Mawan yang membawakan materi Analisis Framing dan Agenda Setting di Gedung KNPI Makassar.
Ia mengatakan analisis framing digunakan untuk mengkaji pembingkaian realitas yang dilakukan oleh media massa. Pembingkaian tersebut merupakan proses konstruksi, yang berarti realitas dimaknai dan direkonstruksi dengan cara dan makna tertentu. Akibatnya, hanya bagian tertentu saja yang lebih bermakna, lebih diperhatikan, dianggap penting dan lebih mengena dalam pikiran khalayak.
Asumsi dasar yang biasanya paling mendasari yaitu masyarakat pers, media massa yang tidak mencerminkan kenyataan hingga menyaring dan membentuk isu. Media massa biasanya menayangkan isu yang tidak penting hanya untuk keuntungan.
Agus Mawan selaku Pemateri mangatakan sebagai wartawan kita mesti mengetahui perspektif. Wartawan berpihak pada masyarakat dan kebenaran fungsional.
“Seorang wartawan, tidak boleh menerima suap selama meliput dilapangan serta harus berani menanggung resiko. Uang bisa mempengaruhi keberpihakan media. Media selanjutnya independen dan jika diberi suap berupa uang, bukan malah diterimah itu harus diberitakan,” tuturnya
Salah satu peserta Fadeliyah ikhwan, mengatakan pemahamannya sedikit mengenai materi.
“Dari materi terakhir, saya dapat menyimpulkan kebenaran yang digunakan dalam jurnalistik adalah kebenaran tersusun. Di mana kebenaran ini dapat dibantah dan direvisi,” ucapnya.
Penulis: Heni Handayani (Magang)
Editor: Rahma Indah











