Diskusi Ikaribat Makassar Bahas Peran Alumni Pesantren di Dunia Akademik

Facebook
Twitter
WhatsApp
Pemaparan salah satu narasumber dalam diskusi yang diadakan Ikarabat Makassar di Gedung LPTQ Tallasalapang, Rabu (25/6/2025). | Foto: Istimewa.

Washilah — Ikatan Alumni Al-Risalah Batetangnga (Ikaribat) Wilayah Makassar menggelar diskusi bertajuk “Peran Strategis Alumni Pesantren Dalam Dunia Akademik” di Gedung LPTQ Tallasalapang, Rabu (25/6/2025).

Kegiatan ini menghadirkan akademisi dengan latar belakang pendidikan pesantren diantarnya, Wakil Rektor III Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pare-Pare M Ali Rusdi Bedong, Wakil Dekan III Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar Zulkarnain, serta Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar Abdul Syatar.

Ketua Kewilayahan Ikaribat Makassar Abdi Hidayat, menuturkan kegiatan ini digelar sebagai respon atas berbagai kegelisahan sekaligus harapan terhadap posisi alumni pesantren di tengah dunia intelektual saat ini.

“Yang melatarbelakangi digelarnya kegiatan ini ini karena muncul berbagai kegelisahan sekaligus harapan, bagaimana alumni pesantren tidak hanya hadir sebagai bagian dari masyarakat, tapi juga menjadi bagian penting dari ekosistem akademik, baik sebagai mahasiswa, dosen, peneliti, maupun pemikir,” jelasnya.

Menurutnya, masih ada anggapan bahwa alumni pesantren hanya cocok dalam bidang agama. Pandangan ini mendorong santri untuk berjuang lebih keras membuktikan bahwa mereka juga mampu bersaing di bidang-bidang umum.

“Alumni pesantren sering dianggap hanya bisa dalam ilmu agama saja, dan kurang cocok di bidang umum seperti sains, teknologi, atau ilmu sosial. Karena anggapan ini, para alumni harus berusaha lebih keras untuk menunjukkan bahwa mereka juga mampu di berbagai bidang lainnya, khususnya dalam bidang akademik,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai yang dibentuk selama di pesantren menjadi modal penting untuk sukses di dunia akademik.

“Mereka sudah terbiasa belajar dengan disiplin, rajin, dan mandiri sejak di pesantren, dan itu jadi modal yang bagus. Sekarang juga banyak alumni pesantren yang melanjutkan kuliah di berbagai jurusan, bukan cuma agama, tapi juga sosial, hukum, ekonomi, bahkan sains dan teknologi,” katanya.

Salah satu narasumber, M Ali Rusdi Bedong, menilai penting bagi alumni pesantren untuk mulai merombak cara pandang lama yang selama ini membatasi ruang gerak mereka.

“Saya ingin menggugah alumni pesantren agar sedikit merubah paradigma yang selama ini membelenggu,” ujarnya.

Dalam pandangannya, karakter dan nilai-nilai yang tertanam di pesantren sesungguhnya telah cukup menjadi bekal untuk berkiprah lebih luas di ranah akademik.

“Sebetulnya karakter pesantren sudah sangat lebih dari cukup, sayangnya potensi itu tidak dimaksimalkan oleh alumni pesantren,” lanjutnya.

Dia mengajak alumni untuk kembali pada akar kekuatan pesantren, seperti penguasaan kitab kuning dan pembentukan karakter, namun tetap terbuka terhadap realitas zaman.

“Saya berharap back to basic, kembali kepada kekayaan yang dimiliki di pesantren seperti kekuatan kajian kitab kuning dan karakter yang sudah tertanam selama di pesantren, tetapi butuh diharmonisasi dengan realitas kehidupan,” pungkasnya.

Penulis: Nurul Emil Dayani
Editor: Hardiyanti

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami