Kasus Pungli di FEBI dan Upaya Menuntut Kejelasan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Aksi Demonstrasi HMJ Ilmu Ekonomi, menuntut Pimpinan untuk mengusut tuntas kasus pungutan liar di Lingkungan Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam (FEBI).

Washilah – Dugaan kasus Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukakan salah satu oknum Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) inisial Z hingga hari ini kasus tersebut belum menemui titik terang, Senin (19/102020).

Dari data yang dihimpun Litbang Washilah, sejumlah mahasiswa menjadi korban, salah satunya Amor (Bukan nama sebenarnya), mengaku pelaku pungli tersebut meminta makanan, dan uang sebanyak 3 kali, dengan iming-iming korban dipermudah dalam menyelesikan tugas akhir.

Berita itu sontak menjadi perbincangan dan mendapat kecaman dari Civitas Akademika UIN Alauddin. Kecaman keras dilayangkan dari Lembaga Kemahasiswaan (LK) FEBI, pada 3 September. Mereka menuntut Pimpinan dalam hal ini Dekan untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Tidak sampai disitu, LK FEBI membentangkan spanduk besar bertuliskan ‘Usut Tuntas Kasus Pungli di FEBI’, selain itu juga menggelar aksi kamisan dengan tuntutan yang sama pada (16/09).

Merespon hal itu, Dekan FEBI Prof Abustani Ilyas membentuk Tim Investigasi (16/09) guna menyelidiki kebenaran dugaan itu yang di Ketuai Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr Muhammad Wahyudin.

Tidak lebih dua minggu, Tim yang diketuai Dr Wahyudin itu mengaku telah merampungkan data, serta telah menyerahkan hasilnya ke Dekan pada Kamis 17 September 2020.

Dekan FEBI Prof Abustani Ilyas membenarkan hal tersebut, ia mengaku telah menerima hasil temuan Tim Investigasi, dan menyerahkan hasilnya kepada Komisi Penegakan Kode Etik (KPKE) Pada Senin (21/09).

Sementara itu, KPKE saat dimintai keterangan,  melalui Sekretarisnya Dr Zulhas’ari Mustafa pada (21/09) enggan berkomentar. Ia mengaku tidak punya kapasitas untuk memberi keterangan.

“Aduh, bukan kapasitas kami memberi keterangan soal itu,” ujarnya.

Tidak berhenti di situ, reporter kembali menanyakan apakah laporan dari Pimpinan FEBI telah masuk di KPKE.

Namun ia mengatakan bahwa pertanyaan tersebut merupakan keterangan, dan menolak untuk menjawab.

“Itu keterangan juga, no komen,” tutupnya

Menuntut Kejelasan Kasus Pungli

Setelah 29 Hari masuknya Laporan Indikasi Pungutan Liar yang terjadi di Lingkungan FEBI ke KPKE, hingga hari ini kasus tersebut belum menemui titik terang.

Dalam upaya menuntut kejelasan kasus yang menyeret salah satu oknum Dosen, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Ekonomi (IE) menggelar aksi Demonstrasi.

Aksi ini dimulai pada pukul 13:05, berlangsung di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), pada Senin, (19/10/2020).

Kordinator aksi, Mail mengatakan aksi tersebut sebagai bentuk konsistensi dan upaya mendesak pimpinan untuk mengusut tuntas kasus pungli di FEBI.

Mail menilai, kasus ini walaupun sudah diproses di KPKE, namun hal itu terkesan ditutup-tutupi, karena tidak melibatkan LK, mulai sejak pembentukan tim investigasi hingga perkembangan kasus yang bergulir di KPKE.

Senada dengan itu, Ketua HMJ Ilmu Ekonomi Reza Nur Syarika dalam orasinya menyampaikan, bahwa kita perlu mempertanyakan keseriusan pimpinan dalam menuntaskan masalah ini.

“Kita perlu mempertanyakan, apakah pihak kampus benar-benar ingin menyelesaikan masalah ini, atau dibawanya kasus ini ke KPKE hanya sebagai penenang,” tegas Reza.

Pukul 13:16, sepuluh menit setelah dimulainya aksi demonstrasi, Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Dr Hasbiullah datang menemui massa aksi.

Dr Hasbiullah menyatakan, kasus Pungli ini telah bergulir di KPKE, dan untuk keputusannya, ia mengajak massa aksi untuk sama-sama menunggu.

Lebih lanjut, Dr Hasbiullah mengatakan menerima aspirasi mahasiswa, dan segera menyampaikan kepada Pimpinan Fakultas dalam hal ini Dekan.

“Terima kasih telah datang untuk menyampaikan aspirasi, saya sudah catat dan akan segera menyampaikan ini kepada Dekan, kalau perlu saya akan usulkan untuk segera menggelar Rapat Pimpinan,” pungkasnya.

Penulis: Arya Nur Prianugraha
Editor: Rahmania

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami