Dialog Publik HIMAPOL Hadirkan Jubir Kandidat Pilwali Kota Makassar

Facebook
Twitter
WhatsApp
Pemaparan program kerja juru bicara masing-masing calon kandidat Pilwali Makassar dalam acara dialog publik di Warkop Kopi Zone, Jum'at (30/10/2020).

Washilah – Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik (HIMAPOL) UIN Alauddin Makassar mengadakan dialog publik dengan menghadirkan Jubir Kandidat Pilwali Kota Makassar 2020, yang bertempat di Kopizone, Jalan Boulevard, Masale, Panakkukang, Jum’at (30/10/2020).

Dalam kegiatan kali ini mengangkat tema “Preferensi Milenial dalam Pilwali Kota Makassar 2020: Partisipasi Mobilisasi Atau Otonom?.”

Ketua HMJ Ilmu Politik periode 2020-2021 Fahmi Husain mengangkat tema tersebut dengan tujuan agar para Paslon jubir ini dapat meyakinkan kaum milenial-milenial dalam Pilwali kota makassar.

“Kegiatan ini mengangkat tema Preferensi milenial dalam Pilwali kota Makassar 2020 guna para Paslon dapat meyakinkan mereka untuk memilihnya di Pilwali nanti,” tuturnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Jubir dari beberapa Kandidat Pilwali Kota Makassar Alaq Natsir Desi Jubir ADAMA 01, Gemintang Kejora Jubir APPI–Rahman 02, Muh. Fariz Zainal Islami Jubir dilan 03, Muwaffiq Nurimansyah Jubir Imun 04.

Keempat Jubir Pilwali kota Makassar masing-masing memaparkan program kerja yang menyentuh kaum milenial.

Jubir Paslon 01, Dr Ir Alaq Natsir (ADAMA 01) memaparkan program kerjanya yakni semua anak harus sekolah.

“Program kerjanya yakni semua harus sekolah,” ujarnya.

Adapun Jubir 02 Gemintang Kejora dalam memaparkan program kerjanya mengatakan menjadikan landasan daerah sebagai landasan yudiris dalam pembangunan.

“Program kerja saya yakni menjadikan landasan daerah sebagai landasan yudiris dalam pembanguan,” ungkapnya.

Lain halnya dengan Jubir 03 Muh Fariz Zainal Islami memaparkan program kerjanya yakni program 1 WiFi 1 Rukun Tetangga (RT).

“Program kerja yang menyentuh kaum milenial adalah Program satu Wi-Fi satu RT,” pungkasnya.

Berbeda dari ketiga Jubir yang lain, Jubir 04 Muwaffiq Nurmansyah memaparkan program kerjanya yaitu meningkatkan pembangunan di tingkat RT.

“Dana hibah di tingkat RT pembangunan tingkat Rukun Tetangga RT. Artinya hibah, dana pembangunan dapat dirasakan secara langsung bisa dirasakan oleh milenial ditempat tinggalnya,” ucapnya.

Penulis : Tritia Kurniati (Magang)

Editor: Rahma Indah 

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami