Washilah – Rektor UIN Alauddin Makassar resmi membuka pembekalan Kuliah Kerja Nyata Dari Kampung (KKN-DK) Angkatan 64 secara daring, pada Kamis (24/09/2020).
Adapun pembekalan tersebut di hadiri oleh Rektor, Ketua LP2M, Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat, Kepala Biro AAKK, Staff Akademik, beberapa Dosen, serta Mahasiswa peserta KKN-DK. Tercatat sebanyak 2.237 Mahasiswa UIN Alauddin yang tersebar di berbagai daerah telah terdaftar valid sebagai peserta KKN-DK 2020.
Dalam pembukaan KKN tersebut, Rektor UIN Alauddin, Prof Hamdan Juhannis mengatakan kepada peserta KKN agar memahami lebih detail tentang pandemi Covid-19.
“Terimakasih kepada segenap pimpinan.
Proses pembukaan KKN ini bukan hanyalah formalitas semata, bukan hanya di praktekkan di dunia pendidikan saja tetapi juga di berbagai sektor. Untuk itu tetap memahami lebih jelas tentang Covid-19 dan tetap mematuhi protokol kesehatan, untuk lebih jelasnya nanti akan disampaikan oleh dekan FKIK,” tuturnya.
Senada dengan itu, Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Dr Syatirah Jalaluddin memberikan materi mengenai program pengabdian di tengah pandemi covid.
“Prinsip pertama selama menjalankan program KKN ini dengan tetap patuhi protokol kesehatan. Tetap konsisten memakai masker dengan baik dan benar, gunakan masker ketika berada di lapangan, sering mencuci tangan dan menjaga jarak dengan orang lain,” ucapnya.
Lanjut ia juga mengatakan bahwa dalam melaksanakan program kegiatan tetap Ikut sertakan tokoh masyarakat tetap berkoordinasikan dengan baik.
“Jaga hubungan baik dengan tokoh masyarakat. Lakukan kegiatan secara konsisten, promosikan kegiatan, dan be creative. Dan jangan lupa untuk dokumentasikan kegiatan. Ekspos kelebihan selama kegiatan tersebut sehingga proses KKN berjalan dengan sebaik-baiknya meski dalam kondisi pandemi,” jelasnya.
Disisi lain, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr Ahmad Basarah mengatakan bahwa KKN-DK ini merupakan suatu proses menjadi seorang intelektual.
“Suatu proses menjadi seorang sarjana yang kelak akan memimpin bangsa dan negara kelak. Kalian beruntung berada di Universitas Islam yang memiliki visi menggabungkan antara membangun peradaban keislaman dengan membangun peradaban kebangsaan dalam satu tarikan nafas, untuk itu pergunakan waktu sebaiknya sebagaimana Hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Baihaki dari Ibnu Abbas Soal memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan lima perkara yaitu manfaatkan waktu masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, luangmu sebelum kesibukanmu dan hidupmu sebelum matimu,” jelasnya.
Penulis : Nur Kalbina Razak
Editor : Rahma Indah











