Gandeng LK dan Komunitas, KLHK Selenggarakan Sekolah Sungai

Facebook
Twitter
WhatsApp
Beberapa Lembaga Kemahasiswaan (LK) UIN Alauddin Makassar dan juga komunitas yang terlibat langsung dalam kegiatan sekolah sungai. Kegiatan tersebut diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Pusat Pengendalian Pembangunan Ekorigoen (P3E) Sulawesi dan Maluku, Kamis (17/9/2020).

Washilah – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Pusat Pengendalian Pembangunan Ekorigoen (P3E) Sulawesi dan Maluku menggelar kegiatan sekolah sungai dengan mengusung tema “Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik Terhadap Budidaya Black Soldier Fly (BSF) Maggot” di Jo’jo Batara, Bontolerung, Kabupaten Gowa, Kamis (16/09/2020).

Kepala Pusat P3E Sulawesi dan Maluku, Darhamsyah mengatakan bahwa tujuan kegiatan tersebut yaitu P3E ingin mengenalkan kepada masyarakat yang dikemas dengan cara praktek pengelolaan sampah secara mudah agar masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran terhadap kebersihan dan kualitas sungai.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan lebih banyak ke praktis karena dalam kondisi Covid-19 sekarang ini yang dibutuhkan adalah pengetahuan-pengetahuan praktis yang bisa langsung diterapkan terutama untuk masyarakat di daerah. Nah, kita hadir di Bontolureng ini bagaimana mengelola sampah secara mudah dan murah,” tuturnya.

Lanjut ia berharap dimasa pandemi Covid-19 dengan adanya pelatihan ini masyarkat Kelurahan Bontolureng diharapkan mampu mengembangkan dengan kondisi alam sekitar melalui metode BSF juga tetap produktif dan memperoleh penghasilan walau di rumah saja.

“Kita tahu BSF ini sudah berkembang di tempat-tempat lain dan kita membawa ini kesini juga (Bontolureng) tentunya bisa mereka kembangkan dan di modifikasi sesuai dengan kondisi alam. Untuk masa pandemi saat ini bagaimana masyarakat mendapatkan penghasilan dan kemudian ada pembelajaran dengan tidak perlu kemana-mana cukup dirumah saja ini sudah bisa dilakukan,” ucapnya.

Adapun selama dua hari pelaksanaan dilakukan, sejumlah kegiatan seperti pemutaran film lingkungan, focus grup discussion dan pelatihan budidaya maggot BSF dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang melibatkan sejumlah unsur lembaga dan komunitas diantaranya Komunitas Pecinta Sungai Jeneberang, WaKil Foundation, Envihsa Kesmas UIN Alauddin, Indonesian River Caro, DEMA Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin, HMJ Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin, HMI Cabang Gowa Raya, Bidang PSDA dan Lingkungan Hidup, serta Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Sumber Daya Air Sulawesi Selatan.

Senada dengan itu, Kaharuddin selaku Direktur Eksekutif WaKiL Foundation mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap agar masyarakat dapat menjaga kebersihan sungai sehingga dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat.

“Saya memberi apresiasi kepada Kementrian LHK dalam hal ini P3E Sulawesi dan Maluku atas terlaksananya pelatihan pengelolaan sampah organik dengan budidaya maggot juga saya berharap kepada masyarakat Kelurahan Bontolureng khususnya dan umumnya masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar tetap menjaga sungai agar lebih bersih, lebih produktif sehingga air dapat dimanfaatkan masyarakat banyak,” tutupnya.

Penulis: Nurqalbina Razak
Editor: Rahmania

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami