Washilah – Word Healt Organisation (WHO) menulis cuitan di laman Twitternya tentang bahaya menyemprotkan disinfektan langsung ke badan seseorang. WHO mengingatkan bahan-bahan kimia itu dapat membahayakan jika terkena pakaian atau selaput lendir seperti mata atau mulut.
“Jangan menyemprot disinfektan langsung ke badan seseorang, karena hal ini bisa membahayakan. Gunakan disinfektan hanya pada permukaan benda-benda, ingat alkohol dan klorin bisa berguna sebagai disinfektan pada permukaan, tetapi hanya digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya,” cuit WHO Indonesia.
Menurut WHO, disinfektan hanya membunuh virus yang berada di permukaan benda, dan tak dapat membunuh virus yang sudah terlanjur masuk ke dalam tubuh manusia.
Hal senada juga disampaikan oleh salah satu Dosen Kimia UIN Alauddin Makassar, Dra Sitti Chadijah, ia menjelaskan berbagai macam kandungan dalam cairan disinfektan, seperti: klorin, iodin, alkohol, formaldehida, kalium permanganat, fenol dan senyawa sejenis lainnya. setiap senyawa memiliki tingkat toksisitas berbeda dan ketahanan tiap orang berbeda dalam merespon senyawa kimia tersebut, Sabtu (4/4/2020).
“Semuanya senyawa tersebut berbahaya bagi badan manusia jika dalam kadar berlebih, bisa berakibat iritasi kulit, bahkan bisa melepuh akibat panas dari reaksi kimia terhadap kulit, apalagi sampai kena mata karena respon cairan pada mata sangat peka dibanding kulit apalagi sampai terhirup akan lebih parah lagi akibatnya,” jelasnya via WhatsApp.
Lebih lanjut ia menjelaskan kulit manusia memiliki pori pori yang sangat kecil dalam ukuran nano, bahan disinfektan tersebut bisa masuk kedalam. Terkhusus bahan cairan lebih mudah lagi masuk apalagi jika terpapar lebih lama dengan tempratur tinggi.
“Tujuan disinfektan membunuh hama jadi diusahakan kalaupun terpaksa dipakai harus dalam batas konsentrasi yang aman bagi manusia dan sudah bisa mematikan hama/kuman, 1% saja kadarnya dalam cairan disinfektan supaya amanlah bagi manusia,” ujarnya.
Perempuan dengan jabatan Lektor Kepala Jurusan Kimia ini mengatakan agar dalam penggunaan disinfektan, penyemprot haruslah menggunakan alat pelindung diri yang lengkap, dan sebelum menyemprotkan diusahakan diamankan atau di sterilisasi dari orang, apalagi anak anak dan orang tua yang rentan dengan bahan tersebut, untuk makanan seharusnya ditutup agar terhindar dari bahan bercun tersebut.
Penulis: Nurul Wahda Marang
Editor: Rahmania











