Hasil Perhitungan Suara dinilai Janggal

Facebook
Twitter
WhatsApp

Washilah – Puluhan mahasiswa menuntut membatalkan perhitungan suara pemilihan Ketua Dema Universitas (Dema-U) yang diselenggarakan oleh Lembaga Penyelenggara Pemilma (LPP) yang bertempat di Lantai I Ruang Rapat Rektorat Kampus II UIN Alauddin Makassar, kamis (30/01/2020).

Mahasiswa Fakultas Dakwah & Komunikasi (FDK), Panji Hartono, menilai ada kejanggalan dalam perhitungan suara yang dilakukan oleh LPP, keterlambatan pihak fakultas dalam memilih dan juga menilai LPP melakukan kesalahan dalam persoalan waktu.

“Persoalan pengumpulan berkas pihak LPP tidak konsisten masalah waktu, lucunya kalau LPP sekarang seolah-olah menegakkan kedisiplinan waktu, tapi nyatanya mereka sendiri melakukan kesalahan persoalan kedisiplinan waktu,” ujarnya.

Panji juga mengaku surat Daftar Pemilih Tetap (DPT) terlambat sampai ke fakultas, dan LPP hanya melakukan komunikasi lewat sosial media.

“Persoalan surat DPT dari pihak LPP itu terlambat, sementara LPP adalah lembaga formal tapi komunikasi ke fakultas memakai sarana sosial media, jadi wajar saja kenapa sehingga adanya tumpang tindih informasi, karena mereka tidak menyurat,” tegasnya.

Mengenai hal tersebut, ketua Lembaga Pengawas Pemilihan (LPP), Khalifah Wini Mujaddidah Akbar sebelumnya telah memberikan kebijakan waktu kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Usuluddin Filsafat dan Politik, serta Tarbiyah dan Keguruan.

“Tiga Fakultas ini terlambat datang dan tidak konsisten waktu, padahal pihak dari kami sudah memberi kebijakan dari jam 08:00 sampai jam 12:30. diundangan atau DPT diberi toleransi waktu hanya sepuluh menit sampai jam 11:40, namun tiga Fakultas ini tidak kunjung datang,” jelasnya.

Ketua LPP membantah jika undangan terlambat dilayangkan ke fakultas, ia menjelaskan bahwa semua fakultas telah mendapat undangan, hanya saja Fakultas Ushuluddin dan Ilmu Politik lebih memilih menunggu daripada melakukan pemilihan suara.

“Semua dapat undangan, cuma Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik lebih memilih menunggu didepan gedung FEBI, dalam artian menunggu komunikasi dari senior mereka terlebih dahulu,”tuturnya.

Penulis : Aulya Febrianti
Editor : Rahmania

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami