Undang Aktivis Bandung Untuk Bahas Penggusuran di Taman Sari

Facebook
Twitter
WhatsApp
Terlihat Bang Linggo saat menceritakan dan menjelaskan masalah dan keadaan penggusuran yang terjadi di Taman Sari Bandung. Bertempat di Pelataran Gazebo Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP). Kamis (19/12/2019).

Washilah – Aliansi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Melawan Takdir kembali menggelar diskusi terkait masalah penggusuran yang ada di Taman Sari Bandung Provinsi Jawa Barat dengan mengundang aktivis dari Bandung. Berlangsung di Pelataran Gazebo Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP). Kamis (19/12/2019).

Selain kehadiran Aktivis Taman Sari Bandung yakni Bang Linggo, diskusi ini juga dihadiri oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Alauddin Makassar Melawan Takdir.

Bang Linggo menceritakan masalah dan keadaan penggusuran di Taman Sari Bandung.

“Keadaan di sana sudah sangat rancu dan saat ini perusahaan-perusahaan swasta yang telah bekerja sama dengan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sudah mulai mengambil alih lahan yang ada di taman sari,” tuturnya.

Lanjut, aktivis ini juga menjelaskan dengan adanya program KOTAKU ini yang membuat seluruh masyarakat Indonesia kalangan bawah akan terancam nantinya.

“Program KOTAKU ini adalah suatu program yang dikeluarkan pemerintah dengan landasan untuk kepentingan umum, namun di sisi lain kepentingan umum yang berbayar, namun bagaimana jika masyarakat yang tidak memiliki uang atau materi? Jadi ini tidak pantas kita sebutkan kepentingan publik, sebab ini tidak berdampak positif dan menyeluruh,” tegasnya.

Moderator diskusi, Pandi menyampaikan pentingnya kita lawan dan hapuskan program ini.

“Kita selaku mahasiswa perlu memperhatikan betul apa yang terjadi saat ini, tidak hanya berbicara tentang di wilayah kita sendiri namun perlunya juga memperhatikan masalah-masalah kemanusian yang ada di luaran sana dan sama-sama membangun solidaritas melawan penggusuran dan pelanggaran HAM lainnya,” jelas mahasiswa Jurusan Sosiologi Agama itu.

Lanjut, Pandi juga berharap agar diskusi terkait penggusuran ini tidak hanya sampai di sini.

“Saya juga berharap kepada teman-teman agar tetap menjaga solidaritas dan juga bisa sama-sama membantu dan memberikan donasi kepada korban penggusuran lainnya yang ada di seluruh Indonesia,” harapnya.

Penulis: Ardiansyah Safnas (Magang)
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami