Riska: Kunci Keluar Negeri adalah Tekad Usaha dan Doa

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dok Pribadi I Riska

Washilah – Sosok wanita yang kerap disapa Riska, dengan tinggi badan yang cukup tinggi dan penampilan yang sangat sederhana. Yah itulah dia, salah satu mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK). Memiliki pesan kepada siapapun yang ingin merasakan sensasi jalan-jalan ke luar negeri secara gratis kuncinya adalah Tekad Usaha dan Doa.

Pribadi yang senang untuk memperbaiki diri, memiliki kemauan dan tekad yang tinggi dalam belajar, juga sangat suka menyibukkan diri dengan hal positif. Sehingga membuat Riska kerap kali mengikuti kegiatan internasional.

Riska yang memiliki banyak prestasi, ternyata tak membuat ia lupa akan sifat khas yang dimiliki oleh seorang wanita yaitu hobi memasak. Hal tersebut menjadi sisi keberimbangan pola hidup dalam mendapatkan segala prestasi yang didapatkannya.

Itu terbukti, dibeberapa waktu kedepan ia akan berangkat ke Mesir tepatnya di kota Sharm El-Sheikh untuk mengikuti kegiatan “World Youth Forum (WYF),” sekaligus menjadi delegasi Indonesia ke Mesir.

Masifnya Riska dalam berbahasa inggris dan melewati dua tahap seleksi, tak membuat ia begitu khawatir persoalan persyaratannya, sebab ia selalu berusaha untuk mencapai impian yang ingin diraihnya. Sehingga ia dinyatakan lulus pada program WYF, dengan melewati dua tahap yakni tahap pertama seleksi berkas dan essai serta tahap kedua tes wawancara.

“Menjadi delegasi WYF di Mesir awalnya tahu info ini dari vlog Fatin. Karena penasaran dengan kegiatannya saya pelajari di website WYF. Tahun 2018 saya tahu kegiatan ini, tahun 2019 baru daftar. Motivasi daftar bukan karena negaranya tapi karena kegiatannya. Mengikuti program konferensi international bagi saya adalah suatu cara untuk meningkatkan keterampilan kepemimpinan, public speaking dan memperluas jaringan atau pertemanan. Ada beberapa tahap seleksi, seleksi essai dan wawancara, hingga dinyatakan lulus,” tutur Riska, Rabu (4/12/2019).

WYF ini merupakan program dari presiden Mesir yang diikuti pemuda dari seluruh dunia. WYF adalah platform yang dibangun oleh pemuda yang menjanjikan akan mengirimkan pesan perdamaian, kemakmuran, harmoni dan kemajuan ke seluruh dunia. Forum internasional tersebut melibatkan kaum muda dari seluruh dunia untuk memperkaya, bertukar pandangan dan merekomendasikan inisiatif kepada para pengambil keputusan dan tokoh-tokoh berpengaruh.

Meski bergabung dalam perwakilan Indonesia, tak membuat Riska begitu sangat bahagia, pasalnya biaya yang ditanggung oleh pihak penyelenggara itu hanya transportasi untuk ke Mesir dan biaya hidup selama di sana, sedangkan berangkat ke titik pengumpulan di Kalimantan itu biaya tanggungan sendiri. Bukan hanya itu saja, untuk mendapatkan dokumen izin tinggal negara asing (Visa) itu juga di tanggung sendiri.

Begitu disayangkan dengan membawa nama Instansi UIN Alauddin Makassar dalam gelaran World Youth di Mesir, Riska tidak mendapatkan biaya dari pihak kampus. Tetapi hal itu tak menyurutkan semangat wanita ini, karena dapat mengikuti program gratis dari Mesir dan menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Pasalnya dari beribu pendaftar yang ingin ikut, nama Riska lah yang lolos dan bisa menjadi perwakilan Indonesia ke Mesir.

Penulis: Agil Asrifalgi (Magang)
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami