KPMPM BKPT UIN Alauddin Bahas Oligarki Lewat Ngaji Petang

Facebook
Twitter
WhatsApp
Sejumlah Kesatuan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar (KPMPM) Badan Koordinasi Perguruan Tinggi (BKPT) UIN Alauddin Makassar saat mengikuti Ngaji Petang dengan tema "Polewali Mandar Dalam Cengkraman Oligarki." Bertempat dibelakang Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar, Kamis (12/12/2019).

Washilah – Kesatuan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar (KPMPM) Badan Koordinasi Perguruan Tinggi (BKPT) UIN Alauddin Makassar menggelar Ngaji Petang dengan mengusung tema “Polewali Mandar Dalam Cengkraman Oligarki,” bertempat di belakang Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar. Kamis (12/12/2019).

Pemateri dalam Ngaji Petang ini, Undu membahas dalam konteks Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat bisa mudah dibaca secara eksisi dalam konteks politiknya.

“Kalau dalam konteks Polman hari ini tentunya bisa dibaca secara eksplisit, tidak ada permainan di belakang layar dan sebenarnya tidak keren-keren amat yang bagaimana penetrasi kekuasaan oligar, kecuali pada level nasional, seperti di Jawa yang sudah lebih kuat permainan dibelakang layarnya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua I Badan Koordinasi Pendidikan Tinggi (BKPT) UIN Alauddin Makassar, Muhammad Farid Arifin mengatakan Ngaji Petang merupakan bentuk keresahan dari KPMPM.

“Sebenarnya ini merupakan bentuk keresahan adik-adik dari KPMPM itu sendiri, bahwa BKPT itu bukan hanya sekedar ajang silaturahim tapi bagaimana kita jadikan sebagai wadah basis pengetahuan,” jelasnya.

Salah satu anggota BKPT yang juga peserta Ngaji Petang, Zahra mengaku terbantu dengan diadakannya kegiatana ini.

“Diadakannya ngaji petang oleh lembaga ekstra menjadi modal untuk belajar lebih efektif selain dari ruang kelas dan juga membantu nalar para mahasiswa untuk lebih membuka paradigma baru di dunia ilmu,” ungkap mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) ini.

Penulis: Aulya Febrianti (Magang)
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami