Semakin Sulit Jadi Professor

Facebook
Twitter
WhatsApp

Selasa, 27 Februari 2012 | Suryani Musi
illustrasi
Washilah Online-Menurut ketua Ikatan Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri (UIN) Aaluddin Makassar, Prof Dr Ahmad Tibraya MA, di antara semua UIN yang ada, hanya UIN Alauddin lah yang punya professor terbanyak. Pernyataan tersebut ia ungkapkan ketika seusai dilantik menjadi ketua IKA periode 2011-2015 di gedung Rektorat lantai IV Samata, Selasa (27/02/2012).
“Saya jadi bangga nama UIN Alauddin berkibar di mana-mana. Salah satu UIN yang punya professor ternanyak adalah UIN Alauddin Makasar,”katanya.
 Ia kemudian memaparkan bagaimana sekarang sulitnya untuk prosedur meraih gelar professor tersebut. Persyaratannya kian rumit untuk menjadi professor. 
Seorang calon professor harus menunjukan bukti mengajar di mana ia berada. Harus mengadakan seminar internasional dihadiri minimalnya punya peserta dari enam perguruan tinggi.
“Ketika mengadakan seminar, ia tidak boleh menjadi pemakalah tambahan namun sebagai pemakalah inti,”paparnya.
Ia juga juga menambahkan, bagi dosen yang belum memiliki gelar doktor ia tidak berarti apa-apa.
Ia mengibaratkan, untuk mahasiswa SI punya kait satu untuk menangkap ikan banyak. Gelar mater punya kait dua. Gelar doktor punya kait tiga, dan gelar professor punya empat kait ditambah pukat harimau. 

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami