Iwan Mazkrib Launching Buku Kecupan Sang Penyair di LABIRIN eSA

Facebook
Twitter
WhatsApp
Iwan Mazkrib penulis Buku Ontologi Puisi Berjudul Kecupan Sang Penyair (Tengah berbaju hitam dan bertopi) berpose dengan para peserta Acara Lafaz Budaya Islam Dalam Ruang Kesenian (LABIRIN eSA), yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya eSA di Auditorium Kampus UIN Alauddin Makassar. Selasa (10/12/2019).

Washilah – Iwan Mazkrib melakukan launching buku Ontologi Puisi berjudul “Kecupan Sang Penyair” pada acara Lafaz Budaya Islam Dalam Ruang Kesenian (LABIRIN) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya eSA. Berlangsung di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Selasa (10/12/2019).

Kegiatan ini dibuka oleh Dr Irwanti Said M Pd selaku perwakilan dari Wakil Rektor III bagian Kemahasiswaan dan Alumni UIN Alauddin Makassar. Selain itu, dihadiri juga oleh mahasiswa UIN Alauddin Makassar, UKM sejajaran, delegasi berbagai jurusan, pekerja seni lampus se-kota Makassar serta anggota dan dewan senior UKM Seni Budaya eSA.

Ketua Umum UKM Seni Budaya eSA, Reski Adi Sijaya mengungkapkan launching buku ini merupakan karya murni dari anggota UKM Seni Budaya eSA.

“Buku yang dilaunching ini adalah salah satu karya yang lahir dari seorang anggota eSA, sekaligus LABIRIN merupakan persiapan Seleksi Calon Anggota Penuh (Escape) yang insyaallah akan dipentaskan pada hari Kamis tanggal 12 Desember 2019 nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, Iwan Mazkrib selaku penulis buku “Kecupan Sang Penyair” yang juga merupakan anggota UKM Seni Budaya eSA, dalam dialognya mengatakan ia menulis bukan semata ingin membuat buku, tetapi ia ingin merawat ruh-ruh kesenian dalam dirinya lewat bukunya.

“Saya menulis bukan semata karna ingin membuat buku, saya tidak pernah bercita-cita jadi penulis ataupun membuat buku. Namun peristiwa demikian merupakan salah satu representasi selaku mahasiswa bahwa berkarya itu penting. Mengabadikan diri itu adalah tuntutan waktu, serta berkarya dengan tidak ingin menghilangkan ruh-ruh kesenian dalam dunia pendidikan,” jelasnya.

Di akhir pembicaraanya, ia menyatakan dalam buku Ontologi Puisi tersebut banyak menceritakan tentang kisah panjang kehidupannya.

“Kecupan Sang Penyair merupakan kumpulan puisi naratif yang merekam latar belakang, kondisi sosial serta perjalanan hidup, cinta dan perjuangan saya. Semoga makna ini senantiasa menjadi doa-doa dan narasi di sepanjang degub sejarah kehidupan. Menulislah sebab menulis adalah membumi,” tutupnya.

Penulis: M. Shoalihin (Magang)
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami