Perkuat Analisis Kelas, Anti Tesis Gelar Diskusi dan Nobar Film The Take

Facebook
Twitter
WhatsApp
Surahmat Tiro saat sedang bertukar pemahaman dengan para peserta nobar dan diskusi film The Take, di Warkop Whells Gowa. Minggu (10/11/2019).

Washilah – Anti Tesis menggelar diskusi dan Nonton Bareng (Nobar) film ‘The Take’ untuk memperkuat analisis kelas di kalangan aktivis mahasiswa dan para peserta yang hadir di Warkop Whells, Gowa. Minggu (10/11/2019).

Ketua panitia sekaligus moderator kegiatan workshop, Sutriana menjelaskan film The Take adalah film yang menceritakan tentang pendudukan.

“Film ini menceritakan tentang pendudukan yang dilakukan oleh para kelas pekerja (proletar) atas perusahaan yang dimiliki oleh kelas borjuis atau para pemilik modal di negara Argentina pada tahun 2003,” jelasnya.

Dalam diskusi yang dilakukan, Surahman Tiro selaku pembicara menyampaikan hari ini sistem kapitalisme sudah begitu jauh mendominasi kehidupan manusia.

“Hari ini sistem kapitalisme sudah begitu jauh mendominasi kehidupan manusia bahkan sampai cara berpikir manusia telah didominasi oleh konstruk sistem kapitalisme itu sendiri. Nah, dalam film ini kita digambarkan pada keadaan perlawanan para buruh atas pemilik modal yang seenaknya mengantur perusahaan demi keuntungan pribadi,” ucapnya.

Surahman lanjut menambahkan tidak ada yang rumit dalam perusahaan atau lingkup kerja, yang rumit hanya ketika ada pemilik modal atau para bos yang menguasai alat produksi dan dengan seenaknya memberi gaji serta membuat aturan main yang sangat eksploitatif demi keuntungan yang besar.

Ia juga memberi pesan bahwa saat ini harus tetap berjuang seperti apa yang dilakukan para buruh di film The Take.

“Kita harus berjuang seperti para buruh di film The Take ini, tak boleh ada sekat-sekat antar pejuang agar kita dengan mudah meraih kemenangan atas sistem kapitalisme yang kejam ini,” tutupnya.

Penulis: M. Shoalihin (Magang)
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami