HMJ Teknik PWK Gelar Dialog Kepemudaan Dalam Bazar

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dialog kepemudaan yang diselenggarakan oleh HMJ Teknik PWK menghadirkan tiga narasumber yaitu perwakilan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan, Muh Taufiq (baju biru), Pengamat Politik Arkam Azikin S Sos M Si (baju batik) dan Ketua Dewan Mahasiswa (Dema-U) Junaedi (baju hijau). Kegiatan ini berlangsung di Cafe Bliss Alauddin, Sabtu (2/11/2019).

Washilah – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota melaksanakan Bazar sekaligus Dialog Kepemudaan, yang bertemakan “Menjaga Semangat Pemuda dalam Mengawal Proses Demokrasi.” Berlangsung di Cafe Bliss Alauddin, Sabtu (2/11/2019).

Dialog ini menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Muh Taufiq sebagai perwakilan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan, Arkam Azikin sebagai pengamat politik dan Junaedi selaku Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Alauddin Makassar.

La Ode Muh Ichsan selaku moderator dialog menjelaskan dialog kepemudaan ini dilaksanakan bukan hanya sebagai perayaan Hari Sumpah Pemuda saja.

“Latar belakang diadakan dialog kepemudaan ini adalah selain untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, tetapi juga sebagai pemantik nyala api kawan-kawan (mahasiswa) sebagai pemuda agar lebih peka dalam mengawal proses demokrasi bangsa kita,” jelasnya.

Menurut Muh Taufik, sejak pemilihan presiden 2019 arus demokrasi bangsa telah berubah karena akses informasi dan media yang sangat tidak terbatas.

“Jika kita berbicara tentang demokrasi hari ini, pasca pemilihan Presiden 2019 arus demokrasi sudah sangat berubah, dinamikanya pun berubah. Menurut saya, karena akses informasi dan medium yang sangat tidak terbatas hari ini, maka kita juga sedikit egois dalam meluapkan pendapat,” jelasnya.

Ia lanjut menambahkan, pada awalnya salah satu dari goals demokrasi adalah kesejahteraan umum.

“Pada awalnya demokrasi itu kan kesejahteraan umum. Bagaimana mungkin ada kesejahteraan umum kalau kita masih berkonflik dalam hal-hal yang sangat ironis. Sebagai elemen pemuda, dalam lingkup DPD KNPI Kota Makassar, kita mencoba untuk terlibat bagaimana melakukan penetrasi terhadap arus demokrasi yang begitu bablas,” tambahnya.

Arkam Azikin menyampaikan yang penting dari kelembagaan mahasiswa adalah konsistensi dalam proses kaderisasi dan konsistensi dalam menjalankan tugas gerakan moral.

“Jika kita membahas kelembagaan kemahasiswaan, yang terpenting adalah konsistensi. Konsistensi dalam proses kaderisasi dan konsistensi dalam menjalankan tugas gerakan moral. Proses kaderisasi menjadi penting, karena sifatnya melanjutkan kepemimpinan. Gerakan moral pun penting, untuk mengembangkan integritas kemahasiswaan sebagai lembaga yamg independen, netral, dan tidak bisa diintimidasi dari kekuatan manapun baik eksternal maupun internal,” tuturnya.

Baginya, kelembagaan mahasiswa tidak dapat dilibatkan dengan lembaga politik, karena lembaga mahasiswa independen maka tidak boleh diintimidasi oleh kekuatan-kekuatan politisi dan tidak bisa diperintah oelh siapapun.

Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Alauddin, Junaedi menegaskan mahasiswa perlu mempertahankan eksistensi dalam mengawal demokrasi bangsa.

“Perlu kita ketahui bahwa mahasiswa memiliki banyak problem kebangsaan. Dalam mengawal proses demokrasi, sebagai mahasiswa kita harus mempertahankan eksistensi baik dalam berdiskusi, adu wawasan, maupun adu konsep terhadap regulasi-regulasi pemerintah,” tegasnya.

Penulis: Ridha Amaliah (Magang)
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami