“Resah dan Penguasa” Oleh: Alam Karpiadi

Facebook
Twitter
WhatsApp
Sumber: instagram/@theartidote

Aku tak mengharapkanmu tuk langsung adil makmurkan bangsa ini, karena kutahu kau masih manusia. Tapi percayaku, semoga langkah dan gerak tanganmu masih untuk mensejahterakan bangsa ini.

Jikalau kau makan mewah, ingatlah rakyatmu yang masih makan janji dari kalanganmu.
Jikalau pakaianmu sudah bersih, ingat pakaian rakyatmu masih dikotori para koruptor.
Jikalau badanmu sudah wangi, ingatlah badan rakyatmu masih bau akan limbah pabrik.
Jikalau rumahmu sudah tak berdebu, ingatlah masih ada rakyatmu mati karena debu pertambangan.
Jikalau langkahmu sudah benar, ingatlah wahai pengusaha, langkah rakyatmu masih disesatkan oleh berita bohong para orang beruang.

Penguasa yang budiman, lihatlah! Mereka menebar ketakutan agar aman dalam kemewahan. Penguasa yang baik hati, kau masih dibutuhkan rakyatmu, kau yang seharusnya.

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester III.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami