Tiga Tuntutan untuk Sekjen Kemenag RI

Facebook
Twitter
WhatsApp
Aksi demonstrasi oleh Aliansi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, di depan Rektorat. Jumat (6/09/2019).

Washilah – Aliansi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar melakukan aksi demonstrasi yang bertepatan dengan kedatangan Sekjen Kementerian Agama RI, yang berlangsung di depan Rektorat. Jumat (6/09/2019).

Dengan membawa tiga tuntutan yakni, cabut PMA 68 karena mengancam elektabilitas dan independensi kampus, menuntut kepada Sekjen Kemenag RI untuk dialog terbuka dengan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, dan transparansi administratif pengangkatan Dekan di UIN Alauddin Makassar.

“Cabut PMA 68 Tahun 2015, Dialog Terbuka bersama Sekjen Kemenag, dan transparansi adminitrasi pemilihan Dekan,” jelas Edi Satriawan yang juga salah satu peserta aksi.

Dalam aksinya, Edi Satriawan berharap pimpinan kampus melaksanakan tugasnya yang sudah diatur dalam Statuta UIN Alauddin Makassar tahun 2014, serta menuntut agar tuntutan yang di bawa kehadapan pimpinan kampus, kiranya dikabulkan.

“Kita cuman mau PMA 68 ini dicabut karena sangat tidak demokratis tata cara pelaksanaannya, dan kita semua selaku mahasiswa UIN Alauddin Makassar ingin melihat pimpinan kampus melaksanakan amanah yang telah di atur di Statuta UIN Alauddin Makassar tahun 2014 yang menegaskan persoalan transparansi pemilihan dekan, agar kita semua yang ada di kampus tidak penuh dengan kecurigaan- kecurigaan,” ujarnya.

Namun dari aksi demonstrasi tersebut, ia juga mengatakan, para mahasiswa tidak dapat bertemu dengan Sekjen Kemenag dan Pimpinan Kampus, guna membahas tiga tuntutan tersebut.

“Aksi demonstrasi tadi teman-teman, tidak berhasil menemui Sekjen Kementerian Agama RI dan juga pimpinan Kampus guna membahas tuntutan teman-teman. Maka dari itu, langkah selanjutnya teman-teman akan membuka kerang konsolidasi dan mengundang seluruh lembaga mahasiswa yang ada di UIN Alauddin Makassar,” tuturnya.

Penulis: Syahrul B
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami