Rumah Sakit UIN Alauddin Akan Dilanjutkan Tahun 2020

Facebook
Twitter
WhatsApp

Washilah – Gedung Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang saat ini sedang mangkrak akan dilanjutkan awal tahun 2020. Hal itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga, saat ditemui di Gedung Auditorium UIN, Senin (02/09/2019) kemarin.

“Kebetulan saya kemarin, karena itu di bidang kerjasama dan pengembangan lembaga, saya diutus menghadiri undangan satu dari delapan universitas, yang ada bangunan mangkraknya salah satu yang ada bangunan mangkraknya itu adalah UIN Alauddin nah yang paling besar yaitu RSP,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan pembangunan RSP masih membutuhkan biaya cukup besar.

“Masih membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sekitar Rp 300 milliar lebih. Nah, itu tentu kita tidak bisa lakukan karna kerja sama, kami coba bekerja sama dengan lembaga luar supaya kita mendapatkan dana, itu kita sudah menjalin kerja sama dengan salah satu lembaga dari Saudi kan jelas,” katanya.

Selain Arab Saudi, lanjut Kamaluddin, pihaknya akan bekerja sama dengan Jepang untuk membantu menyelesaikan RSP.

“Dari Jepang yang akan memberikan bantuan terhadap Rumah sakit, mungkin bantuan itu mengarah pada didalam rumah sakit karena kalau bangunannya itu insyaallah pemerintah yang bangun cuman mungkin tidak bisa dalam satu tahun dan tidak semudah membalik telapak tangan karena luar biasa dana yang dibutuhkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan Kementerian yang membinangi menyelesaikan RSP yakni Perumahan dan Pemukiman Rakyat (PUPR). Menurutnya, setelah di taksir Rp 126 miliar, anggaran RSP belum mencukupi dan belum ada fasilitas didalam bahkan kalau hitungan yang lain setelah di periksa.

“Nah, ini belum masuk pada alat-alat rumah sakit itu belum masuk di situ. Itu bisa jadi jauh lebih banyak dari pembanguan gedungnya, bukan di alihkan memang anggaran tahun ini baru dilaksanakan, nah inikan belum ada perencanaannya, makanya kalau kita mau jalan 2020 di akhir tahun ini harus dilelang, membutuhkan beberapa syarat. Nah yang penting kita harus ingat bahwa bisa jadi Rp 126 mikiar itu tidak bisa akan selesai dalam satu tahap bisa jadi beberapa tahap,” jelasnya.

Berbeda dengan kabinet Prof Musafir Pababbari, Pembangunan RSP UIN Alauddin akan dilanjutkan tahun ini dengan menelan anggaran Rp 126 Miliar dari Kementrian PUPR. Namun, hal itu rupanya tidak dilanjutkan.

Penulis: Pelita Nur (Magang)
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami