Periode September, UIN Alauddin akan Kukuhkan 1740 Wisudawan

Facebook
Twitter
WhatsApp

Washilah – Sebanyak 1740 wisudawan angkatan 84 akan mengikuti prosesi wisuda periode September. Berdasarkan kalender akademik UIN Alauddin Makassar Tahun Akademik 2019/2020 Nomor: 202.B tanggal 25 Juli 2019, wisuda periode September akan digelar pada tanggal 25 September mendatang bertempat di Sandeq Ballroom lantai I Hotel Claro Jalan A.P Pettarani, Makassar.

Hal ini juga dijelaskan oleh Kepala Biro Akademik, Administrasi, Kerjasama, dan Kemahasiswaan, Yuspiani bahwa wisuda digelar di Hotel Claro Makassar.

“Wisuda tanggal 25 September di Hotel Claro, wisudawan juga tetap mengikuti prosesi seperti biasanya,” ungkapnya. Senin (16/09/2019)

Adapun jumlah wisudawan UIN Alauddin Makassar dari setiap fakultas. Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) 282, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) 308, Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik (FUFP) 104, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) 160, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) 250, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) 283, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) 150, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 116, dan Program Pascasarjana (PPs) 87.

Kepala Bagian Akademik, Irwanuddin menjelaskan sistem pendaftaran sebulan sebelum wisuda . Hal ini dilakukan agar saat wisuda foto copy ijazah diberikan kepada wisudawan, sistem seperti ini telah berjalan selama dua tahun.

“Penerbitan ijazah sendiri kita lakukan selama satu bulan, karena pada saat wisuda hari itu juga kita berikan foto copy ijazahnya, untuk ijazah asli nanti diberikan masing-masing oleh fakultas karena ada hak dan kewajiban yang harus mahasiswa penuhi di fakultasnya masing-masing, untuk pelaksanaannya dari segi konsep tidak ada perubahan, mungkin yang berubah hanya di konsep pidatonya berhubung rektor baru,” tuturnya. Senin (26/08/2019)

Hanya saja, Irwanuddin mengakui, kesalahan ijazah yang kerap terjadi karena mahasiswa yang tidak fasih dalam melengkapi data kebutuhan ijazah.

“Kesalahan biodata ijazah, karena biasa ada mahasiswa yang memberikan data tidak sesuai akta kelahiran ijazah SMP atau SMA lalu kami mencari biodata apa yang bisa dijadikan rujukan karena kami mengolah data yang fakultas berikan,”jelasnya.

Tidak jauh beda dengan Irwanuddin, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Mardan mengatakan kesalahan ijazah kerap terjadi pada tingkat fakultas dan setelah wisuda ijazah diambil segera mungkin.

“Empat belas hari setelah wisuda, ijazah mahasiswa harus ada. Dan masih saja banyak mahasiswa yang tidak mengambil ijazah. Padahal menurut aturan, enam bulan tidak mengambil ijazah setelah wisuda itu bukan lagi tanggung jawab perguruan tinggi, kalaupun ada di perguruan tinggi itu sudah dianggap arsip,” jelasnya. Senin (26/08/2019).

Penulis: Viviana Basri
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami