“Ironi kehidupan” Oleh : Ahmad Al-Faruq

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ilustrasi | Sumber : http://news.distractify.com

Matahari menjelma fajar
Pertanda pagi yang hadir
Matahari pulang sebagai senja
Menitipkan harapan dalam gulita

Mata hati turut melihat
Jikalau kedua mata kepala tersesat
Mata kaki kian menyalak
Menyoroti tubuh yang telah tergeletak

Akankah tubuh ini bisa bangkit kembali…
Melewati sisa-sisa puing kehidupan
Di tengah ganasnya kehidupan di sistem demokrasi

Biaya kesehatan yang begitu mahal orang miskin di larang sakit
Begitupun biaya pendidikan yang sangat mahal, orang miskin dilarang sekolah
Di sistem demokrasi, orang kaya semakin kaya, orang miskin semakin miskin
Sunguh Ironi.

*Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi Semester VII.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami