Direktur CBP Sebut Video Mahasiswa Berjoget itu Wajar Saja

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dok pribadi | Direktur Character Building Program (CBP) Dr Sohra M Ag.

Washilah – Belakangan ini beredar sebuah video yang memperlihatkan sejumlah mahasiswa yang diduga tengah melaksanakan Character Building Training (CBT) sedang berjoget.

Video berdurasi 29 detik ini, terlihat beberapa oknum mahasiswi masih menggunakan mukena dan beberapa mahasiswa berpakaian rapi layaknya pakaian yang digunakan saat salat.

Berdasarkan video yang diperoleh Washilah dari sumber terpercaya, mempertontonkan mahasiswa dan mahasiswi yang tengah berjoget sambil memegang gawai diiringi alunan musik dari salah satu band ternama yakni Wali Band.

Belum diketahui pasti asal jurusan mahasiswa tersebut. Terlihat video itu diambil malam hari di sebuah ruangan.

Video tersebut tengah santer di kalangan aktivis mahasiswa. Terlebih video itu beredar di aplikasi Whats App yang diunggah di status banyak mahasiswa.

Salah satu mahasiswa yang tidak ingin disebutkan identitasnya berpendapat, apa yang dilakukan oleh mahasiswa dan mahasiswi merupakan tindakan amoral apalagi dalam kegiatan CBT yang notabenenya mengusahakan terbentuknya karakter yang islami.

“Pelaksanaan CBT harus mencari cara lain sekiranya untuk menghibur peserta CBT bukan dengan membiarkan mereka mempertontonkan acara yang saya kira amoral, yang dari kacamata sosiologi kita lihat sebagai patologi sosial,” ungkapnya saat di konfirmasi.

Menanggapi hal itu, Direktur Character Building Program (CBP) Dr Sohra saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan perilaku tersebut merupakan hal yang biasa saja pada kegiatan CBT.

“Saya pikir ini bukanlah tindakan yang amoral dan tidak melanggar norma,” ujarnya, Selasa (23/07/2019).

Tambah Sohra, menurutnya mahasiswa pada kegiatan tersebut begitu lelah mendengarkan materi, makanya pada sesi hiburan peserta akan diberi kesempatan untuk menunjukkan bakatnya seperti menyanyi, mengaji, bermain musik dan kegiatan seni lainnya agar mereka bisa terhibur dan menghilangkan lelahnya.

Ia menambahkan, kalaupun terjadi hal seperti dalam video yang beredar ia berkomentar selama tidak berbaur antara perempuan dan laki-laki maka itu adalah hal yang wajar saja.

“Saya pikir kalaupun ada yang joget-joget seperti dalam video itu, kami selaku penyelenggara tidak mempermasalahkan karena masih batas wajar dan tidak melanggar moral,” tutupnya.

Penulis : Solihin (magang)
Editor : Suhairah Rasyid

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami