“Baik Untukmu” Oleh: Ardiansyah

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dok Pribadi I Ardiansyah

Dengan kompaknya sekelompok burung terbang bergerombol, membentuk barisan runcing yang sangat seimbang.

Di bawah sebuah awan yang menyendiri, burung-burung itu terbang secara terpimpin dan saling berdamping.

Sebagai penyeimbang, jumlah burung di sisi kanan dan kiri tentu sama banyaknya, dan sama pula gerak terbangnya.

Sesekali pemimpin gerombolan singgah untuk beristirahat, sayap lelah itu tentu harus dibugarkan, tenggorokan yang haus tentunya butuh air.

Layaknya seorang insan yang hidup berkelompok, membentuk satu kesatuan yang seimbang, tentu menjadi impian.

Kaki menapak di atas tanah, bergerak secara terpimpin, saling melengkapi membentuk sistem untuk saling menguatkan.

Bagai ideologi hidup. ada baik ada jahat, ada lurus ada bengkok, semua berjalan dan saling beriringan.

Baik sama banyaknya dengan jahat, lurus sama pentingnya dengan bengkok. Keduanya berseberangan namun saling berhubungan.

Ketika saatnya tiba, tentu ada fase perhentian. Duduk dan meregangkan badan, menekuk air untuk membasuh dahaga.

Fikirmu mungkin muak!
Ragamu mulai letih!
Dan kaki itu tak sanggup lagi berdiri!

Jika muncul sedikit kekuatan, tegakkanlah kembali tujuan. Berdiri, dan mulailah melangkah. Karena di depan ada sebuah kebebasan.

Jika sudah tidak sanggup. Maka rebahkan tubuhmu, pejamkan matamu, helah nafasmu, dan Matilah!

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) semester IV.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami