Terima kasih telah bekerja
Meski sebenarnya kau tak benar-benar bekerja
Maaf…
Membuat keringatmu bercucuran
Meski rasanya tak sama dengan keringat
Resah yang kurasa adalah bias dari perlakuanmu
Aku menghormatimu
Tapi aku harus bertingkah sesuai dengan inginmu
Aku sungguh menghormatimu
Tapi aku harus membabat egoku demi egomu
Aku benar-benar menghormatimu
Tapi aku harus rela menjadi bonekamu..
Katamu Berjuang tanpa pamrih
Mengayomi tanpa letih
Mensejahterakan tanpa tapi
Lagilagi lagilagi lagilagi
Lagilagi
Mengahancurkan harapan
Di tempat yang paling tinggi
Menara kata-kata
Yang mampu membuat semua orang terpesona
Menerima penyimpangan darimu
Adalah kenyataan yang ingin aku ingkari
Kau terlalu lihai mengkhianati
Bahkan dalam tundukku yang paling tunduk
Tak mampu kau hargai
Jika memang seperti itu,
Terima kasih…
Terima kasih atas budak yang bernama aku
*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Manajemen Haji dan Umrah (MHU) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester II.











