Pernahkah kau bertemu senja?
Warna jingga yang memudar
Gradasi warna dari terang ke gelap
Tapi tak pucat
Tak terang
Tak gelap juga
Burung-burung pun tak malu tuk diam
Tuk menikmati indahnya
Kicauannya bersama sahabat-sahabat mereka berceloteh
Sahabat dipesanggrahannya yang setia
Angin mulai membelai halus kulit ini
Tak satupun terdengar
Tapi dirasakan
Bisikan ke dalam jiwa
Adalah saksi jiwa
Yang bisu enggan untuk bicara
Tak kan terlupakan
Senja indah diciptakan
Membawa kita pada alam bawah sadar kita
Menuju pada tenang
Nuansa yang setiap hari selalu setia
Selalu menepati janjinya
*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester II.











