Jangan menangis Ibu
Kau lahirkan kami dari berbagai tempat
Untuk kami bisa bersatu
Tapi selalu rusuh, itulah yang kami perbuat
Jangan menangis Ibu
Kau bebaskan kami beragama
Untuk bisa saling menghargai
Tapi hari raya, selalu jadi kesempatan kami mencela
Jangan menangis Ibu
Kau limpahkan sumber daya
Untuk kami saling menjaga
Tapi sampai saat ini, hanya diri yang kami perkaya
Jangan menangis Ibu
Kau titipkan sejarah
Agar kami tidak lupa siapa mereka yang wajahnya terlukis di museum sejarah
Tapi yang kami bisa, hanya menumpahkan darah saudara
Jangan menangis Ibu
Maafkan kami putra-putrimu
Tang tak mampu menjaga surgamu.
*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Sejarah Perdaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) semester II.











