Seminar Nasional Limfisa Jadi Wadah Mahasiswa Filsafat Berekspresi

Facebook
Twitter
WhatsApp
Pemateri pada seminar nasional yang diadakan Lingkar Mahasiswa Filsafat Indonesia (Limfisa) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akidah dan Filsafat Islam di Lecture Theater (LT) Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik (FUFP) kampus II. Sabtu (24/11/2018)

Washilah – Lingkar Mahasiswa Filsafat Indonesia (Limfisa) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP) mengelar seminar nasional, dengan tema “Membangun Falsafah Pancasila, Membangun Paradigma Multikultural,” di Lecture Theater (LT) FUFP, kampus II UIN Alauddin. Sabtu (24/11/2018)

Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber yakni, dosen Filsafat dan peneliti Dr Saraba, peneliti Litbang Agama Syamsurijal serta Muhammad Asratillah Senge.

Salah satu Narasumber Muhammad Asratillah mengatakan, falsafah pancasila berperan sebagai fundamen, instrumen, dan landasan filosofi bagi negara Indonesia.

“Falsafah pancasila berperan sebagai fundamen bagi negara Indonesia juga instrumen teknologi kekuasaan, serta Pancasila sebagai filsafah yaitu pancasila dapat terbuka dengan segala kritikan, pancasila harus dijadikan sebagai landasan filosofi,” ungkapnya.

Senada dengan itu,  Syamsurijal mengatakan bahwa yang harus dikembangkan yaitu falsafah Pancasila dengan membangun paradigma multikultural.

“Dengan memahami nilai-nilai pancasila yaitu dengan tetap menjadi satu kesatuan walaupun berbeda etnis,” ujarnya.

Sementara itu Presiden Limfisa se Indonesia M Afif Al Ayyubi mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wadah mahasiswa filsafat berekspresi.

“Limfisa adalah sebuah organisasi yang mana didalamnya mahasiswa filsafat dapat berkarya dan berekspresi sehingga kegiatan ini adalah salah satu buktinya,” tuturnya.

Penulis : Dinar (magang)
Editor : St Nirmalasari

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami