“Jarak Bermekaran Luka” Oleh Umar

Facebook
Twitter
WhatsApp
Internet

Pendidikan membuat kita berjarak lalu saling melupa.
Tak ada lagi suara sumbang walau hanya sekadar kabar.
Kita telah ditindas oleh sebuah rutinitas menjenuhkan.

Lagi-lagi membuat ku rusuh ingin bercanda.
Lupakah kau, ketika kau diperkosa oleh munjung masalah.
Kau datang merayu, seolah tak berjarak.

Sekarang.
Bertegur sapa seolah gengsi.
entah karena apa rasanya.
Harapku kau kembali seperti masa itu
Selalu dalam kebersamaan.

Aku ingin kita tak begitu berjarak.
dalam canda.
maupun duka.
seperti dulu kawan.

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester IV

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami