Belajar Karakter dari Pelbagai Agama Melalui Seminar Pendidikan

Facebook
Twitter
WhatsApp

Washilah –¬†Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik (FUFP) UIN Alauddin Makassar menggelar Seminar Pendidikan. Kegiatan yang bertema “Pendidikan Karakter dalam Perspektif Agama-Agama” berlangsung di Lecture Theatre (LT) Universitas. Kamis, (03/05/2018).

Ketua HMJ Studi Agama-Agama Muh Arif Rahman menyampaikan, seminar diadakan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

“Seminar pendidikan ini diadakan untuk memperingati Hardiknas dalam bingkai jurusan kami yang berkaitan dengan agama-agama itu sendiri. Kami menghimpun berbagai agama, supaya kita tahu bagaimana semua agama itu mendidik,” katanya.

Pembicara dalam acara itu antara lain, Theovani N Hutagaol S Ikom MPd (Kristen), Ni Nyoman Aryati SAg MSi (Buddha), Wedawati SPd (Hindu), Js Erfan Sutono SFt Physio M HI (Ketua GEMA INTI), dan DR Indo Santalia MAg (Pengurus Asosiasi Stidu Agama-agama Indonesia).

Dalam pemaparannya, Theovani banyak berbicara mengenai agama nasrani. Ia membahas isi alkitab yang menjelaskan bahwa banyak arahan, pedoman dan bagaimana kita hidup. Dirinya juga mengapresiasi agama Islam, karena dengan adanya shalat lima waktu, maka dapat mengajarkan manusia tentang kedisiplinan.

Ia juga menambahkan, karakter manusia dibentuk dari bagaimana manusia memperlakukan dirinya sendiri.

“Memperlakukan sesama kita seperti memperlakukan dan mengasihi diri kita sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Ni Nyoman Aryati memaparkan materinya tentang beberapa sifat/karakter dalam agama Buddha yang biasa disebut Carita. Ada yang disebut kenafsuan/keserakahan, watak kebencian, watak kebodohan/ketidaktahuan batin, cenderung kuat keyakinannya, watak keintelekan, dan cenderung suka melamun. Semuanya mengawali manusia dalam pembentukan karakter, dalam agama apa pun.

“Agama apa pun punya pola pendidikan yang berbeda-beda, tapi punya tujuan yang sama. Yaitu pembentukan karakter,” ujarnya.

Penulis: Dwinta Novelia

Editor: Desy Monoarfa

 

 

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami