Puisi “Hembusan Nafas Angin Layar” Oleh Devi Fitriani

Facebook
Twitter
WhatsApp
Sumber: Int

Puisi “Hembusan Nafas Angin Layar”

Langkahku tak kenal jalan raya,

Hanya laut biru karang nan kaya,

Nafasku bukan debu pinggiran kota,

Tapi angin laut di udara,

Hutan beton buat siapa saja gempar,

Bagiku cukup kekokohan tiang layar,

Mewahnya daratan enggan kuimpikan,

Tenangnya lautan jadi harapan,

Berkawan dengan makhluk perairan,

Inginku kau datang perlahan,

Berbisik nyanyian ombak,

Ku tau kau datang serentak,

Setiap hari cemas melanda,

Pikir hujan akan menerpa,

Namun badai yang menyapa,

Tak dapat berkata hanya berdoa,

Harap semua reda saat pejamkan mata,

Bahtera phinisi,

Kepuasan sekotah nurani,

Menapaki seluruh negeri,

Akal budi nan tiada terhenti,

Di Butta Panrita Lopi.

Penulis adalah mahasiswa Jurusan Komunikasi dan penyiaran islam Fakultas dakwah dan komunikasi Semester III

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami