Dikritik, Prodi Kedokteran Tetap Bentuk HMPD

Facebook
Twitter
WhatsApp
Suasana Pelantikan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Dokter (HMPD) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar di Lecture Teather (LT) FKIK. Senin (14/08/2017).

Washilah – Program Studi (Prodi) Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar yang dibentuk tahun 2016 lalu mengadakan pelantikan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Dokter (HMPD) di di Lecture Teather (LT) FKIK. Senin (14/08/2017).

Pelantikan HMPD oleh prodi yang baru berumur setahun tersebut sudah memunculkan beberapa komentar dari pihak HMJ FKIK.

“Dalam pembentukan HMPD sendiri sebenarnya sudah terjadi kerancuan ataupun kesalahan. Pertama, banyak melanggar poin-poin yang ada dalam buku saku, salah satunya ketua himpunan minimal semester V. Kedua, tidak adanya musyawarah besar atau mubes sebelum pelantikan dan ini sudah jelas-jelas melanggar aturan kampus,” ujar Wakil Ketua I Himpunan Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat, Akram.

Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Diploma (HMD) Kebidanan Risky Wulandari mengungkapkan, proses menjadi pengurus HMJ yaitu telah mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).

“Setelah kita tanya sama pimpinan, dengan membentuk HMPD jadi salah satu syarat akreditasi jurusan Kedokteran,” ucapnya.

Sementara itu, WD Bidang Akademik FKIK Dr Nuhidayah S.kep.Ners mengatakan, kebijakan membentuk himpunan tersebut dilakukan untuk kepentingan akreditasi.

“Kami menyadari kita terikat oleh sebuah aturan dari buku saku. Tapi untuk kepentingan yang lebih besar maslahatnya maka diambillah kebijakan membentuk himpunan untuk membantu prodi kedokteran mempersiapkan dokumen-dokumen yang bisa membantu akreditasi. Sejak izin operasional keluar, waktu kami untuk akreditasi adalah dua tahun. Sekarang sudah semester III, lewat tahun pertama pendidikan dokter wajib menyusun persiapan akreditasi, setelah itu legalitasnya dipertanyakan,” tuturnya.

Lanjut Nuhidayah, masalah Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) akan ia arahkan kesana, sehingga tidak berarti pihaknya akan melabrak semua aturan.

“Semua itu akan dipenuhi oleh organisasi, sehingga bisa bertumbuh dan berkembang. Soal dispesialkannya kedokteran, menurut saya, ibarat bayi premature yang membutuhkan treatment khusus untuk pertumbuhannya. Saya juga menantang HMJ, SEMA dan DEMA untuk merawat bayi prematur ini menjadi sehat,” tutupnya.

Penulis : Andi Rini Sulestiani & A.Noormala Sari (Magang)
Editor: Erlangga Rokadi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami