Puisi “Tersisihkan” Oleh Erna Dusra

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ilustrasi | wordpress.com

Tak ada pagi yang ceria
Hari yang kulewati begitu kelabu
Langkah kaki mungilku, seakan tak bermakna
Tatapan kosong tak lagi mampu berharap

Kebahagiaan sepertinya tabu bagiku
Angan tentang kehidupan surgawi berubah fatamorgana
Yah, harapan ini masih semu
Ada tapi tidak sebenarnyaada

Hilangpun tak ada yang mencari
Tak ada lagi tempat bersandar
Lalu…
Tak adakah orang yang peduli?
Tak adakah orang yang terketuk hatinya untukku?
Sungguh…
Gadis kecil ini hanya butuh belaian dari tangan penuh kasih,
Serta tatap penuh harapan
Tuhan pun seolah diam,
Bungkam menyaksikan skenario yang dibuatNya, untukku.

Tentang orang yang mempercayaiku
Dia membuatku seperti berjuang sendiri
Dia terlalu percaya akan nasibku,
Nasib yang dia yakini dapat ku ubah
Dan semoga seperti apa yang dia harapkan

  Berita Terkait

Rimpuh

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami