Puisi “Keluh Relungku” Oleh Muhammad Arif Ilyas

Facebook
Twitter
WhatsApp
Sumber: ngulas.blogspot.com

Bagai camar dilangit senja
Kenanganku terbang ke masa indah
Lebah madu di mawar putih
Mekar senyum namun tak berarti

Kupu bahkan tebang dimalam hari
Sekarang tak ada guna lagi
Untuk apa aku disini?
Mendengar rintih merasa perih

Melihat pilu, menderita
Seandainya kau merasakan!
Teriakan seolah nyanyian
Kejam!!… Kejam!!

Ibunda menangis dalam sanubari pertiwi
Lihatlah anakmu kini
Entah raja atau penguasa
Bukan pijakan tapi injakan

Tuhan, mataku berderai darah
Mohon, berikan aku sayap
Agar kuterbang bersama kedamaian
Tinggalkan neraka ini

*Penulis adalah Mahasiswa Semester empat Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Editor: Afrilian C Putri

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami