Fasilitas Belum Lengkap, Mah’ad Ali II Urung Digunakan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Gedung Mah’ad Ali UIN Alauddin
Washilah– Sebuah gedung berdiri kokoh di belakang Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar. Gedung yang dinamakan Mah’ad Ali tersebut digunakan sebagai asrama khusus untuk penghafal Al-qur’an dan Hadist yang difasilitasi langsung oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Saat ini, hanya ada satu Gedung Mah’ad Ali yang digunakan. Sehingga laki-laki dan perempuan terpaksa harus menetap dalam satu atap. Sementara gedung yang terletak di samping kafeteria direncanakan akan digunakan sebagai Gedung Mah’ad Ali II agar putra maupun putri dipisahkan. Namun sampai saat ini gedung tersebut masih kosong.

Dekan Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP) Prof Arifuddin Ahmad menjelaskan bahwa  tidak terpakainya gedung tersebut dikarenakan terjadi kendala dalam sambungan listrik dan beberapa instalasi belum terpasang.

“Kami sangat ingin menggunakannya. Tetapi fasilitasnya belum lengkap. Selain itu juga belum adanya surat tertulis untuk menggunakan gedung tersebut.”

Walaupun telah mendapat izin dari Wakil Rektor II Prof. DR. Musafir Pababbari tetapi Dekan FUFP ini tidak ingin pindah tanpa adanya surat tertulis.

“Selain bermasalah pada surat, fasilitas pun belum memadai. Perkembangan saat ini, semua izin pemakaian gedung tersebut sudah dikantongi. Dan apabila semua fasilitas telah terpasang, kami siap pindah kapan saja,” jelasnya.

Laporan | Sri Wahyudi Astuti (Mag)

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami