“Mawar Biru” Puisi oleh Ashari Prawira Negara

Facebook
Twitter
WhatsApp
(Sumber: odon362.wordpress.com)

Taman indah dengan rentetan mawar-mawar
Harum semerbak menusuk hidung
Terpaku diriku dibuatnya

Hembusan angin meniup kelopaknya
Beterbangan laksana daun musim gugur
Diantara ribuan itu
Ada satu yang berbeda

Taksama dengan yang lainnya
Ia biru
Benar benar biru
Seperti es yang terpahat dengan indah

Menatapnya membuatku merasa beku
Mawar disekitarnya layu
Entah kenapa
Namun masih ada beberapa kumbang dan kupu-yang menggampirinya

Aromanyapun berbeda
Tak sama dengan yang lainnya
Kelopaknya kuat
Tak rontok ditiup angin

Akankah ia kecewa
Akankah ia menangis
Akankah ia protes akan ketidak adilan tuhan terhadapnya
Ia hanya diam mengikuti alur angin

Bisu seolah apapun yang menatapnya akan beku
Diam seolah apapun yang menemaninya akan bisu
Layu dan mati
Mawar biru di tengah ribuan mawar merah

*Penulis adalah Mahasiswa Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami