“Renungan di Kamar Indekos” Harsandi Pratama Putra

Facebook
Twitter
WhatsApp

Di sebuah kamar yang lapuk.

Dengan coretan-coretan di dinding.

Sang diri duduk termenung.

Mengingat ketimpangan bangsa yang tak kunjung usai.

 

Keadilan bukan lagi hal utama.

Uang adalah segalanya.

Semuanya bersembunyi di balik topeng agama.

Rakyat dijadikan ajang sasaran.

 

Koruptor teriak koruptor.

Cukong politik merajalela.

Pengobral janji tak ada habisnya.

Terus lahir dari rahim wakil rakyat.

 

Di kamar indekos ini.

Aku kehilangan kepercayaan.

 

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester IV

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami