Kissa bawa nama universitas meskipun tak dapat anggarkan

Facebook
Twitter
WhatsApp

Washilah — Persiapan selama dua bulan latihan, Komunitas Seni Adab (Kissa), ikuti Festival Teater Mahasiswa Indonesia (FTMI) kesepuluh. Festival ini diikuti oleh seluruh komunitas seni se-SulSelBar. Pada tahun ini Universitas Hasanuddin (UNHAS) menjadi tuan rumah pada pergelaran tahunan yang berlangsung pada Minggu, 01-10 juni Mendatang.

Kissa mendapat giliran ke tiga, Pada Selasa,(03/06), untuk mementaskan teaternya yang berjudul: Orang Kasar, berdurasi satu jam dua puluh lima menit, yang disutradarai oleh Muh Fadlullah, di depan penonton yang memenuhi Baruga Andi Pangerang Pettarani UNHAS.
Pementasan yang melibatkan lima puluh orang crew ini, disetiap pentasnya, komunitas ini selalu Membawa nama UIN Alauddin, seperti pada pentasnya diFTMI kesepuluh ini. Namun Komunitas yang berasal dari Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) yang juga fakultas sastra yang ada di UIN Alauddin ini tak pernah diberi anggaran oleh pihak Universitas.
“Pihak Universitas tahu bahwa Kissa itu ada, namun tak pernah diberikan anggaran, padahal setiap mentas kami selalu membawa nama UIN,” ujar Suriadi, salah satu crew Kissa. Meski pihak universitas tak memberikan anggaran, tapi Pihak fakultas sangat merespon adanya kissa, bahkan dekan sudah meminta agar kissa dianggarkan.
“Pihak fakultas sudah beberapa kali meminta agar Kissa dianggarkan namun, sampai hari ini belum pernah dianggarkan,” lanjut, mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan ini.
Salah satu bentuk dukungan penuh FAH terhadap Kissa, anggaran pada pentasnya kali ini, Kissa diberi tiga juta rupiah untuk pementasan-pementasan akbar, seperti pada FTMI kesepuluh ini. Namun dana yang diberikan itu belum cukup dikarenakan sejauh ini kissa sudah menggunakan dana sebesar lima juta rupiah.
“sampai saat ini kurang lebih lima jutaan, khusus untuk properti kisaran empat juta, selebihnya untuk konsumsi,” tutur Ketua Kissa, Nursan Dwi Putra.
Laporan Bela Husdiana

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami