Dialog Si Kam dan Si Bing

Facebook
Twitter
WhatsApp
Kam: Bing!, ada ceritaku, nich fakta lho Bing. Mau dengar enggak Bing?, tanya Kam.
Bing: Cerita apa lho Kam?, lucu enggak Kam?, tanya Bing.
Kam: Yach, enggak lucu lho Bing, tapi dikit seruh lah Bing.
Bing: Apa tu Kam?
Kam: Beberapa hari lalu, waktu itu, kalau enggak salah sich, hari Rabu tanggal 16/04. Saya jalan-jalan ke depan pekarangan samping kiri Masjid toh. waktu itu saya lagi cari-cari makanan, tapi saya liat kurang sekali dedaunan rumput disitu, Bing.
Bing: Terus kenapa, Kam?, tanya Bing lagi.
Kam: Terus, hari itu toh, saya liat pohon kayu yang tumbuh diatas tepi samping kanan tangga pekarangan masjid. Saya lihat daunnya rimbun bangat lho Bing, baru kelihatan muda-muda semua.
Bing: jadi, Kam?
Kam: Melihat daun itu, saya langsung tergiur, tapi saya fikir “Gimana cara mengambilnya yach,” tinggi sekali saya liat nich pohon? benakku bertanya-tanya sambil mikir.
Tapi itu hari Bing, saya liat ada motor sedang di parkir dibawahnya. Baru saya liat enak sekali kayaknya itu daun diatas pohon kayu.
Bing: Oow, iyyach Kam,disamping tangga yang biasa dilewati orang kalau mau ke Masjid toh Kam?
Kam: iyyach, Kamu tau kah Bing?
Bing: iyyach, aku tau Kam. Terus, Km?
Kam: Naa, disitu saya cari cara sambil mendekat ke Motor itu, saya liat-liati yang punya motor, sepertinya tidak ada, fikirku, lama saya liati, saya pastikan, aich tidak ada ini orangnya, saga yakin.
Karena tidak ada orangnya saya liat, jadi saya lompat naik diatas motor, berdiri diatas, baru makan helai daun yang saya dapat, iisssch, enaaaknya Bing, tanya Kam ke Bing.
Bukan cuman itu Bing, saya rasa seruh bangat makan diatas sadel motor juga Bing, kayak gimanaaa gitu. Naaa, yang paling seru lagi Bing, kita difoto-foto oleh banyak orang, kayak artis lho Bing.
Bing: Jadi penasaran nich Kam, oy kenapa enggak ajak aku Kam?
Kam: Sebenarnya sich, saya mau ngajak kamu Bing, tapi Saya enggak liat kamu Bing,
Bing: tapi napa enggak nelpon aku Kam?
Kam: Maaf Bing, tidak cukup pulsaku itu hari bing.
Bing: Napa enggak SMS, Miskol, CM, atau CM miscol Kam?, atau kenapa enggak bawakan aja Kam?.
Kam: Minta maaf bangat Bing, saya tidak bawa HP, karena saya tidak pakai baju jas, saya cuman pakai baju kaos buluh, yang baku sambung dengan celana, kayak yang dipakai dibengkel-bengkel, tidak ada juga kantongnya Bing.
Bing: Makanya lain kali pakai celana yang ada kantongannya Kam, biar ada kamu tempati nyimpan daun-daun Kam. he he he
Oleh | Saefullah

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami