SYL yang saat itu mengenakan kemeja putih serta dibalut jas hitam mengeluh kegerahan saat menginjakkan kaki di atas podium. Dengan kondisi tersebut, ia memberi bantuan senilai Rp 50 Juta untuk menambah kapasitas Air Conditioner (AC).
Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Administrasi Prof Dr Lomba Sultan MA mengatakan seminggu setelah pernyataan SYL tersebut, pihak Rektorat mengontak ke Provinsi Sulsel untuk menagih janji gubernur. Lalu pihak provinsi meminta agar UIN Alauddin mengajukan proposal sebagai dasar hukum pemberian bantuan.
“Proposal sudah kami serahkan tiga hari setelahnya,” ujar Lomba Sultan.
Namun hingga saat ini, pihak rektorat masih menunggu dana tersebut dicairkan. Lomba Sultan mengatakan belum ada konfirmasi lebih lanjut kapan dana akan diturunkan.
“Harga satu unit AC duduk itu 25 juta. Berarti kalau dananya cair, kita hanya bisa membeli dua unit AC. Sementara yang kita butuhkan sepuluh unit,” lanjut Dosen Fakultas Syari’ah dan Hukum ini.
Meski demikian, Lomba Sultan menegaskan bahwa penyediaan AC tidak semata-mata hanya menunggu sumbangan dari gubernur, tapi memang sudah direncanakan sebelumnya oleh pihak rektorat secara khusus.
Laporan | Fadhilah Azis












