Washilah — Sebanyak 750 wisudawan mengikuti prosesi Sidang Senat Terbuka Luar Biasa di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut ditandai dengan pengukuhan wisudawan yang terdiri dari lulusan Sarjana, Magister hingga Program Doktor.
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis menekankan kepada para lulusan agar menjadi sarjana yang tidak kehabisan ide dan akal dalam menyelesaikan masalah.
“Kalian harus menjadi sarjana no limit yang tidak kehabisan ide, jadi jangan pernah mati akal,” ungkapnya pada saat sambutan.
Hamdan juga menegaskan bahwa lulusan hari ini harus menjadi sarjana yang membawa perubahan untuk masyarakat.
“Jangan sibuk menggosip orang lain. Melainkan menjadi sosok yang dapat menyelesaikan masalah di lingkup masyarakat,” tambahnya.
Salah satu wisudawan, Mufadhdhal Faihan Al Asyraf Yusuf mengungkapkan tantangannya selama berkuliah. Dirinya mengaku susah mengatur waktu antara akademik dan organisasi.
“Status kita sebagai mahasiswa bukan cuman fokus ke akademik saja, tapi ada peran dan tanggung jawab moral dan sosial juga,” jelasnya.
Kendati begitu, ia juga mengungkapkan adanya hambatan yang sempat tidak sesuai dengan harapannya selama proses penyelesaian studi.
“Dulunya saya sering berdemonstrasi. Maka ketika saya ingin mengurus penyelesaian studi, saya mendapatkan sedikit dinamika dari pimpinan karena rekam jejak saya yang beberapa kali mengkritik birokrasi,” tambahnya.
Faihan berharap agar rekan-rekan mahasiswa tetap memprioritaskan urusan akademik sebagai bentuk tanggung jawab kepada orang tua, tanpa menghilangkan sikap kritis dalam mengawal kebijakan pimpinan kampus.
Penulis: Nur Afni (Magang)
Editor: Sappe











