Oleh : Rahmat Rizki
Apa yang kau harap dari hari yang mendung ini nona?
Langit begitu muram
Awan-Awan berkumpul menjanjikan hujan
Genangan air di mana-mana
Ranting jatuh
Daun gugur
Dingin
Kau sedang apa?
Bertualang?
Asyik betul jika begitu
Tak inginkah engkau bertanya padaku?
Yah, Aku sedang meramu gelisah
Merancang kembali tembok Berlin
Merakit Apollo
Lalu terbang tinggi
Mencarimu di antara awan gemawan
Dan kembali pulang
Berbincang denganmu
Tentang apa saja
Tentang langit yang bocor
Tentang kilau bumi yang hilang
Tentang nyamuk-nyamuk jahanam
Atau tentang kau dan duniamu
Aku terbangun dan semuanya kembali gelap
*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar











