Washilah – Aliansi Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) melakukan aksi demonstrasi di Pelataran FKIK, Kampus II UIN Alauddin Makassar. Beberapa mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan penolakan hasil rapat pimpinan (Rapim) dan mempertanyakan pembekuan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) FKIK, Rabu (02/02/2022).
Salah satu massa aksi, Didit Gustiawan menduga pembekukan Dema FKIK dilakukan secara sepihak. Menurutnya, ada oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap masalah yang terjadi.
“Bukan lembaga yang sakit, akan tetapi Lembaga Penyelenggara Pemilma (LPP) yang sakit dan ketua LPP yang tidak bertanggung jawab,” kata Didit.
Dia mengatakan bahwa pembekuan Dema bukan solusi bagi mahasiswa FKIK.
Wakil Dekan III FKIK, Prof Muktar Lutfi mengatakan LPP telah diberi kesempatan untuk menyelesaikan masalahnya. Namun, tidak ada keputusan yang jelas.
“Saya panggil seluruh LPP, 9 orang. Saya memang tidak mau mendengar sepihak, makanya semua informasi-informasi itu, saya telaah. Saya minta untuk selesaikan baik-baik tapi begitu juga,” tutur Prof Muktar saat dihubungi melalui panggilan WhatsApp.
Dia memberi kesempatan kepada pihak Lembaga Penyelenggara Pemilihan (LPP) selama sehari untuk mencari solusi dari masalah-masalah yang terjadi.
Salah satu Kandidat Ketua Dema FKIK, Nadia Hamrawati berharap agar pemilihan segera dilaksanakan mengingat proses yang lain sudah selesai. “Pemilma FKIK sudah ketinggalan jauh,” tutur Mahasiswa Keperawatan tersebut.
Ada empat poin yang menjadi tuntutan dalam aksi tersebut. Pertama, pemilihan Dema yang belum terlaksana. Kedua, LPP yang tidak bertanggung jawab. Ketiga, Ketua LPP FKIK dianggap mencederai demokrasi. Keempat, diduga ada pembekukan DEMA FKIK secara sepihak.
Penulis: Kardiman Aksah/A Muh Rifky Nugraha (Magang)
Editor: Jushuatul Amriadi











