Washilah – Program Studi (Prodi) Ilmu Politik (Ipol) Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP) UIN Alauddin Makassar adakan Kuliah Umum dengan tema “Titik Temu Agama -Agama (kasus islam-kristen).
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara Luring berlangsung di Leacture Theater (LT) FUFP dengan 75 peserta kegiatan, Senin (29/11/2021).
Dalam kuliah ini menghadirkan dua narasumber diantaranya, Dosen Prodi Studi Agama – Agama (SAA), Syamsul A Galib dan Mahasiswa Pascasarjana STT intim Makassar yang bergabung dalam Organisasi Persaudaraan Lintas Iman Makassar, Kurniawan Ch Tumbade.
Saat pemaparan Materinya, Kurniawan memaparkan tiga aspek titik temu antara agama Islam dan Kristen diantaranya Sejarah keagaamaan kitab suci, Falsafah kebudayaan, dan Moralitas.
“Yang ketiga Moralitas, Moralitas memiliki hak yang sama dalam mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan semua ciptaan,” ungkapnya.
Lanjut, Mahasiswa Pascasarjana itu menilai Perjumpaan Islam dan kristen didalam sejarah di Indonesia. Agama menjadi alat dalam mencapai kepentingan (politisasi agama).
Senada dengan itu, Dosen Prodi SAA Syamsul A Ghalib mengungkapkan bahwa negara Indonesia bukanlah negara agama, tapi negara yang didalamnya mencakup masyarakat yang beragama.
“Negara Indonesia itu bukan mengenai agama, tetapi Indonesia adalah negara yang masyarakatnya memiliki beragam agama. Maka dari itu negara kita menganut sistem Demokrasi).
Penulis : Irham Sari (Magang)
Editor : Agil Asrifalgi











