KSP Lakukan Ahad Berbagi dan Edukasi dengan LAPENMI HMI Tarbiyah

Facebook
Twitter
WhatsApp
Foto bersama dengan anak-anak perkampungan Savana dalam kegiatan Ahad Berbagi dan kegiatan Edukasi yang di dilaksanakan oleh Komunitas Sekolah Pelosok (KSP) dan Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LAPENMI) HMI Tarbiyah di perkampungan Savana, Minggu (20/12/20).

Washilah – Komunitas Sekolah Pelosok (KSP) kembali melakukan Aksi Kemanusiaan Ahad Berbagi kepada masyarakat pemulung Kampung Savana, bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LAPENMI) HMI Tarbiyah, bertempat di Kelurahan Bangkalla, Kec. Manggala, Kab. Gowa, Minggu (20/12/2020).

Kegiatan Ahad berbagi merupakan kegiatan rutin KSP, namun ahad berbagi kali ini berbeda, karena kegiatan ini dirangkaikan dengan kegiatan Milad dari komunitas Sekolah Pelosok yang pertama.

Rheila Hasti yang kerap di sapa Rilla sebagai anggota baru komunitas, ia sangat bangga terhadap antusias belajar anak-anak yang meskipun belum mendapatkan fasilitas belajar yang memadai.

“Saya sangat bangga kepada para adik-adik yang memiliki semangat yang sangat tinggi untuk belajar walaupun mereka belajar di tempat yang bisa dikatakan tidak layak namun mereka tetap semangat dan bersyukur serta menerima segala hal yang mereka jalani sekarang,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, dalam masa pandemi dan musim cuaca bulan Desember, harusnya pemerintah lebih memerhatikan kondisi pendidikan maupun kondisi masyarakat itu sendiri, karena masyakarat kampung Savana disaat musim hujan ini, kondisi tempat tinggal mereka terendam air dan banyak para siswa yang sulit untuk belajar karena buku-buku mereka basah dikarenakan atap rumah mereka yang bocor.

Siswa sekolah kampung Savana, Amel sangat bahagia ketika dikunjungi KSP.

“Saya kak mau sekali belajar membaca dan berhitung, tapi saya tidak punya buku untuk belajar. Kemarin ada kak tapi basah karena musim hujan sekarang dan banjir juga ditempat saya kak,” ujarnya.

Ketua Komunitas Sekolah Pelosok Al-Kautsar Taufik menyampaikan Sekolah Kampung pemulung ini jumlah siswanya 45, yang dimana memiliki latar belakang pemukiman orangtuanya berada di tempat hasil memulung. Mereka belajar dan tidur bersama dengan hasil memulungnya. Banyak siswa disekolah tersebut berpesan kepada para kakak- kakak komunitas agar lebih sering mengunjungi sekolah pemulung.

“Dalam masa saat ini peran organisasi dan seluruh aktifis muda harus berelasi bagaimana caranya membantu proses seluruh permasalahan khususnya dalam dunia pendidikan lebih efektif dalam ranah penunjang pendidikan dan efektifitas dalam memperdayakan kehidupan masyarakat pinggiran,” tutupnya.

Penulis : Kardiman Aksah (Magang)

Editor: Rahma Indah

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami