Lakukan Kolaborasi, Mahasiswa KKN di Desa Bonto Bangun Adakan Sosialisasi dan Edukasi

Facebook
Twitter
WhatsApp
Foto bersama Mahasiswa KKN-DK UIN Alauddin Makassar angkatan 64 kelompok III Zona Bulukumba 2 dan KKN-PPL Terpadu angkatan XXI Universitas Negeri Makassar (UNM) usai melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi NAPZA dan HIV/AIDS, yang berlansung di Aula Kantor Desa Bonto Bangun Kecamatan Rilau Ale, Kamis (12/11/2020).

Washilah – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Dari Kampung (KKN-DK) UIN Alauddin bekerja sama KKN-PPL Terpadu Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi Narkotika, Alkohol , Psikotropika dan Zat adiktif (NAPZA) dan Human Immunodeficiency Virus Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS), berlangsung di Aula Kantor Desa Bonto Bangun Kecamatan Rilau Ale, Kamis (12/11/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bulukumba dan Kepala Puskesmas Bonto Bangun, serta para tamu undangan seperti BPD, Kader Desa, PKK, Tokoh Masyarakat, Kepala Dusun se-Bonto Bangun dan sejumlah pemuda pemudi di Desa Bonto Bangun.

Koordinator Desa KKN-DK UIN Alauddin Alifal Hidayat mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan buah hasil dari kinerja mahasiswa KKN dan pemerintah desa.

“Jadi ini merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dilaksanakan khususnya bagi pemuda-pemudi sebagai generasi penerus bangsa untuk dijadikan sebagai edukasi sosialis untuk menjauhkan dan mencegah diri dari tindakan penyalahgunaan obat-obat terlarang yang dapat merenggut nyawa mereka. Selain itu kegiatan ini juga merupakan suatu hal yang dibutuhkan oleh desa itu sendiri sehingga berkat sinergi kami hingga kegiatan ini bisa terlaksana,” jelas Alifal Hidayat.

Kepala Desa Bonto Bangun yang diwakili oleh Ketua BPD, Syamsir dalam sambutannya menuturkan kegiatan ini sangat jarang terealisasi khususnya dikalangan pemuda di Desa Bonto Bangun. Menurutnya kegiatan ini bisa terlaksana berkat partisipasi dan kolaborasi mahasiswa KKN UIN dan UNM.

“Jadi kami sangat mengapresiasi kepada kedua mahasiswa KKN Di Desa Bonto Bangun yaitu KKN UIN dan UNM, karena telah melaksanakan kegiatan sosialisasi ini, apalagi sekarang di era millenial bahaya terhadap kontak NAPZA dan HIV/AIDS dikalangan pemuda sangat rentan terhadap hal tersebut. Khususnya di Desa Bonto Bangun sangat perlu dilakukan edukasi seperti ini,” ujar Syamsir.

Lanjut, Syamsir menambahkan agar edukasi terkait NAPSA dan HIV/AIDS ini dapat membuat masyarakat pada umumnya bisa mengetahui bahwa bahaya dan dampak negatif yang bisa merugikan diri dan juga orang banyak.

“Karena bisa bisa merusak masa depan para generasi muda kita. Maka dari itu kami berharap selaku pemerintah desa dan untuk pemuda agar kiranya menolak keras tindakan penyalahgunaan NAPZA serta akibatnya HIV/AIDS yang notabenenya dapat menimbulkan kerugian sosial, baik dari diri sendiri, masyarakat serta masa depan negara kita,” pungkasnya.

Penulis: Ardiansyah Safnas
Editor: Rahmania

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami